Beranda Berita Bintan Lapor Pak Menteri, Kapolri dan Presiden Nasib Petani di Pulau Bintan Terancam

Lapor Pak Menteri, Kapolri dan Presiden Nasib Petani di Pulau Bintan Terancam

Poto Sejumlah Petani Berorasi Dihutan Terlantar Saat Kedatangan Presiden Joko Widodo ke Bintan

Kamis, 15 Juli 2021

Investigasipoa.com | BINTAN – Pernyataan Menteri Agraria dan Tata Ruang/ Kepala BPN Sofyan Djalil yang mengatakan Indonesia sebentar lagi akan mempunya Bank Tanah membuat Petani di Pulau Bintan (Kepri) bingung.

Pasalnya, belum lagi tuntas Kemen ATR/ BPN menyelesaikan urusan pemberantasan mafia tanah serta melakukan pengambilalihan lahan atau tanah terlantar kembali kepada negara, timbul pula kebijakan baru yang bikin kepala petani tambah pusing.

Lapor Pak Menteri, Pak Kapolri dan Pak Presiden untuk diketahui saat ini para petani yang telah memanfaatkan puluhan tahun lahan atau tanah terlantar di Kabupaten Bintan, Kepri Terancam

Ancamam itu dimulai dari pengusiran paksa petani dari lahan yang dikelolanya, teror pelemparan batu ke pondok petani, tanaman petani yang dicabutin, pondok petani yang dibakar hingga akses jalan masuk petani yang ditutup dengan memakai pohon pohon besar yang memang sengaja ditumbangkan.

Lapor Pak Menteri, Kapolri dan Presiden, kami petani di Kabupaten Bintan, Kepri saat ini darurat pangan, swasembada yang kami canangkan puluhan hektar untuk penanaman kedelai, cabe dll digagalkan oleh preman-preman suruhan Perusahaan.

“Ambil alih -+ 73 ribu hektar tanah terlantar perusahaan yg selama 30 tahunan tak diolah di Pulau Bintan, Kepri. Bantu kami melawan mafia tanah yang dijuluki dengan nama “SEMBILAN NAGA” yang katanya negara pun tak mampu melawan dia.

“Tolong Pak Menteri, Kapolri dan Pak Presiden, jangan sampai gara-gara kelalaian negara yang tidak mau mengambil alih lahan atau tanah terlantar Perusahaan, nyawa kami (petani red) yang terkorbankan,” ungkap para petani Bintan. (Sukur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here