poto Tohang bersama Staf Presiden RI
Kepulauan Riau
Tanjungpinang, Investigasipos.com – Aksi Teroris yang menggoncang indonesia beberapa waktu lalu, Petrus Sitohang mendesak Pemerintah, agar melakukan tindakan tindakan tegas bagi PNS yang seharusnya menjadi Pelopor penjaga Pancasila dan perawat kebinnekaan, (4/6/2018).
Menurutnya belakangan ini terindikasi ada oknum PNS yang menjadi lawan Pancasila dan menjadi penyebar rasa permusuhan dan bahkan menjadi pengikut faham kilafah.
Ancaman ini, ditandai dengan adanya keterlibatan Oknum PNS dalam serangkaian aksi teror di Republik ini. Demikian pula halnya dengan keterlibatan anak-anak sekolah mahasiawa seperti yang terjadi di Universitas Negeri Republik Indonesia (UNRI ) Prov Riau beberapa hari lalu.
Semakin meningkatnya serangan teror bom bunuh diri, hendaknya semakin teguh pula penangkalan kita tethadap paham radikalisme ini,” tegas Tohang.
poto bersama saat pembahasan materi
Dalam kunjungannya ke Kantor Staf Presiden bersama Fenky rekan kerja sesama anggota Komisi I DPRD Kota Tanjungpinang, dirinya beserta Staf Presiden sempat membahas mengenai strategi nasional dalam menanggulangi penyebaran faham fundamentalisme dan ekstrimisme yang sedang mengancam Indonesia saat ini.
Selain berdialog mengenai penanggulangan penyebaran faham fundamentalisme dan ekstrimisme Petrus Sitohang juga mengikuti Leaders Talk yang diadakan KSP dengan topik “Sampai Di mana Reformasi Birokrasi”
poto Tohang dan Fengky saat diterima oleh Staf Presiden
Di Kantor Staff Presiden Tohang dan Frngky diterima langsung oleh dua tenaga ahli Kepala Staff Presiden yakni Alois Wisnuhardana dan Agustinus Eko Raharjo.
Dalam penyampaian Topik materi, hadir nara sumber utama Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur, Kepala Staff Presiden Jend. (Purn) Dr. Moeldoko, Guru Besar FISIP UI Prof. Dr. Eko Prasojoo dan Guru Besar FE UI Prof. Dr. Rhenald Khasali. (Skr)














































