Beranda Nasional Bantu Nelayan Tradisional di Lingga, Ketua Lembaga K.P.K Kepri Tentang Penggunaan Pukat...

Bantu Nelayan Tradisional di Lingga, Ketua Lembaga K.P.K Kepri Tentang Penggunaan Pukat Harimau

Bantu Nelayan Tradisional di Lingga, Ketua Lembaga K.P.K Kepri Tentang Penggunaan Pukat Harimau

Rabu, 02 Desember 2020

Investigasipos.com| Lingga.
Masyarakat nelayan tradisional Kecamatan Posek, Kabupaten Lingga (Kepri) dibuat resah. Aktivitas pukat harimau kembali merajalela bahkan semakin parah, pemukat juga berani terang-terangan menarik pukat disekitaran perairan kampung tempat tinggal warga.

Anehnya, meski kejadian tersebut dilaporkan warga berkali-kali, aparat penegak hukum yang ada di tempatan pura-pura tak tau. Diam dan membiarkan begitu saja kapal-kapal pukat harimau tersebut terus beroperasi, merusak terumbu karang dilaut serta menyeret bubu-bubu warga para nelayan tradisional.

“Sudah sering kami adukan, tapi tak pernah ditangapi, baik melaui pihak kepolisian yang ada dikampung maupun petugas pengawas perikanan (Satker PSDKP), malah diduga ada Bhabinkamtbmas yang juga ikut memiliki pukat harimau tersebut.

Kepada aparat penegak hukum kami meminta agar menindak tegas aktivitas pengunaan pukat harimau yang beroperasi diperairan Alang tiga, Kentar, dan juga Cempa. Selain merusak terumbu karang, kami nelayan-nelayan tradisional juga dirugikan. Akibat seretan pukat harimau mereka bubu-bubu yang kami pasang hilang terseret ,” Kata Awang (nama samaran) warga Kecamatan Posek.

Untuk diketahui bersama, Pemerintah Indonesia telah melarang Pengunaan Pukat Harimau untuk menangkap ikan. Larangan tersebut tertuang dalam Undang-undang No 45 tahun 2009, hanya saja belakangan ini larangan tersebut tekesan diabaikan. Tidak lagi dijalankan oleh penegak hukum seperti Kepolisian Perairan dan Satker PSDKP dengan serius.

Poto: Pukat Harimau sedang Beroperasi di Perairan Kecamatan Posek

Atas nama masyarakat nelayan tradisional di Desa Busung Panjang, Desa bendahara, Desa Posek, Desa Suak buaya dan juga Desa Batu belubang, kami mengimbau Kepada Bapak Pimpinan Kepolisian dan PSDKP Kepri untuk dapat menempatkan personilnya yang jujur, berani dan mampu bekerja, bukan malah mendukung dan memiliki pukat harimau,” tutur warga nelayan tradisional Kecamatan Posek.

Terpisah, Bukan saja nelayan tradisional, pemerhati lingkungan hidup dan lain-lain. Perlawanan terhadap penggunaan pukat harimau dan sejenisnya juga datang dari berbagai Ormas. Salah satunya dari Lembaga Komando Pemberantasan Korupsi (Lembaga K.P.K) Kepri. Ketua Lembaga K.P.K Kepri, Kennedy Sihombing menegaskan pihaknya bersama nelayan tradisional di Kepri menolak keras adanya pengunaan pukat harimau.

“Kami Lembaga K.P.K Kepri menyerukan akan tetap membantu masyarakat nelayan tradisional, melawan dan menentang pengunaan pukat trawl atau harimau untuk menangkap ikan dilaut , apalagi dekat dengan pemukiman warga. seperti di Kecamatan Posek (Kabuaten Lingga),” tegas Kennedy.

Selain itu kepada aparat penegak hukum di daerah tersebut, Ketua Lembaga K.P.K Kepri ini juga meminta agar menindak tegas para tokeh atau pemilik kapal pukat harimau yang dilarang negara dan meresahkan warga. Khususnya yang beroperasi didaerah perairan Desa Busung Panjang, Desa bendahara, Desa Posek, Desa Suak buaya dan Desa Batu belubang.

“Kepada aparat penegak hukum kami meminta, tindak tegas para Tokeh atau Pemilik kapal pukat harimau yang meresahkan warga, khususnya yang beroperasi didaerah perairan Desa Busung Panjang, Desa bendahara, Desa Posek, Desa Suak buaya dan Desa Batu belubang. Tangkap dan proses mereka,” Pungkas Kennedy Sihombing. (Wak Kur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here