Beranda Berita Bintan Penetapan Lahan Konservasi di Bintan, Harus Bermanfaat Buat Nelayan

Penetapan Lahan Konservasi di Bintan, Harus Bermanfaat Buat Nelayan

Sabtu, 20 Mei 2022                                      Penulis: Muhammad Sukur

Ilustrasi Nelayan Kecil mencari makan di atas lahan yang masuk kawasan Konservasi 

BINTAN l lnvestigasipos.com – Keputusan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Nomor 18 tahun 2022 yang menetapkan seluas 138.661,42 hektar lahan diperairan wilayah timur Pulau Bintan, Kepulauan Riau (Kepri) menjadi kawasan konservasi disambut baik Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau.

Hanya saja sejumlah kalangan menilai keputusan menjadikan ratusan ribu hektar lahan pesisir pantai sebagai kawasan konservasi benar-benar harus jelas dan bermanfaat bagi kehidupan masyarakat, terutama bagi warga yang berdomisili di pesisir pantai khususnya yang berprofesi sebagai nelayan tradisional.

Sebelumnya Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (Dirjen PRL) Kementerian KKP Victor Gustaf Manoppo menjelaskan, nantinya kawasan konservasi ini akan terbagi menjadi tiga wilayah, pertama terletak di Teluk Sebong seluas 4.500 hektar, kedua di Gunung Kijang seluas 23.300 hektar dan ketiga di Bintan Pesisir seluas 110.700 hektar.

Selain kawasan konservasi ini berbatasan langsung dengan Singapura, dimana area pariwisatanya berkembang pesat dan berada di jalur perlintasan perniagaan laut yang ramai, Victor juga mengatakan lahan konservasi ini menghadap langsung ke Laut Cina Selatan yang mana laut tersebut memiliki potensi perikanan dan biodeversitas laut yang melimpah.

Kemudian untuk memperlancar pengelolaan kawasan konservasi ini ikut terlibat sejumlah pihak seperti Yayasan Ecology Kepri dan Konservasi Indonesia (YEKKI) yang berkontribusi dalam mengkoordinasikan penyusunan rencana zonasi hingga survei potensi sumberdaya.

Selanjutnya Victor mengatakan kebijakan itu juga memiliki nilai strategis, terlebih ianya terletak diposisi yang potensial. Penetapan kawasannya ini bisa membantu mengurangi dampak perubahan iklim yakni melalui program konservasi blue carbon, meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui ekowisata.

“Selain itu dapat pula untuk pengelolaan produksi dan usai produksi perikanan yang berkelanjutan, pengembangan ekonomi lokal lainnya serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pengelolaan kawasan yang efektif  melalui riset kelautan dan perikanan,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here