Berulang Terjadi, Kasus Limbah Minyak Hitam di Bintan Tak Pernah Jelas (Poto. Tribunbatam)
Penulis: Muhamad Sukur/ Editor: Dery Arsanta.
Investigasipos.com. BINTAN – Pemandangan buruk Limbah minyak hitam di Pantai Pesisir Bintan berulang terjadi. Tetapi masyarakat yang tinggal di Pesisir pantai mengaku tidak kaget dan biasa saja akan hal Limbah minyak hitam (sludge oil) tersebut.
Meski terlihat Pemerintah telah bertindak dan berupaya untuk menyelesaikan kasus Limbah minyak hitam ini, namun warga menggangapnya sebagai ungkapan kosong atau Basa-basi saja. Dimana pada akhirnya persoalan itu tidak pernah tuntas diselesaikan.
Osman (56 tahun), kepada awak media Investigasipos.com mengatakan. Sebelumnya, hampir setiap tahun Pemandangan buruk Limbah minyak hitam di perairam Bintan ini kembali terjadi. Dan hampir setiap tahun pula tak ada titik terang dalam penanganannya.
“Kami sudah tak kaget lagi Pak,” kata Osman kepada awak media ini.
Menurut Osman, pemandangan Limbah minyak hitam ini seperti musim di laut, ada musim utara, musim selatan, musim Barat dll. Lalu ditambah lagi satu musim yakni musim Limbah minyak hitam yang kami hadapi, gurau Osman.
Baca juga : Kapolda Kepri : Kami Akan Tindak Tegas Pembuang Kotoran Limbah Minyak di Laut Batam
“Kami sebagai nelayan dan warga pesisir yang terdampak langsung dengan Limbah minyak hitam ini berharap. Pemerintah daerah dan penegak hukum, agar menggusut tuntas kasus Limbah minyak hitam ini. Hentikan dan ungkap pelakunya.
“Gara- gara Limbah minyak hitam ini, kami nelayan kesulitan melaut. Karena permukaan air laut telah trcemat limbah minyak hitam. Selain itu, Limbah ini juga sudah menggangu kenyamanan para turis-turis yang kebetulan berkunjung dan berlibur ke Bintan,” terang Osman menuturkan.
Sebelumnya, dikabarkan keberadaan limbah lumpur minyak hitam (sludge oil) yang ditemukan di sejumlah lokasi di pesisir Kabupaten Bintan, sampai ketelinga Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Kepri, Isdianto.
Berulang Terjadi, Kasus Limbah Minyak Hitam di Bintan Tak Pernah Jelas
Dengan menggunakan kapal feri Kepri 01, Isdianto berserta rombongan bergerak menuju ke Pelabuhan Bulang Linggi Tanjunguban, Bintan untuk meninjau langsung terkait limbah minyak hitam tersebut.
Baca juga : KLHK dan DLH Kepri Angkut 100 Drum Limbah Sludge Oil di Lagoi
Setelah peninjauannya, Isdianto bergegas menuju Nirwana Gardens untuk melihat langsung limbah minyak hitam yang sudah di kumpulkan ditempat penyimpanan sementara limbah B3 (bahan berbahaya dan beracun) Nirwana Gardens Resort Lagoi.
Sementara itu dalam kesempatan ini Isdianto katakan, akan menggelar rapat kordinasi dengan berbagai pihak. Dan dalam kordinasi tersebut diharapkan dapat membuat barier (oil bump) di garis pantai kawasan BBIR Lagoi untuk menghambat Limbah minyak hitam sampai di pantai,” kata Isdianto, Selasa (2/011/2020).
Selanjutnya, Group General Manager (GGM) PT BRC, Abdul Wahab menyebutkan, dengan adanya limbah minyak hitam yang mencemari sejumlah pantai di kawasan wisata lagoi menyebabkan berkurangnya peminat turis yang berlibur di Lagoi (Bintan).
Dia menjelaskan, terdapat 299 drum berisi limbah minyak hitam yang dikumpulkan sejak November 2019 hingga Januari 2020 di sejumlah pantai di lagoi di area BBIR Lagoi (Bintan).
“Dengan berulangnya kejadian ini, kami berharap kepada pemerintah agar dapat segera mengatasi hal ini. Supaya pantai-pantai di lagoi tidak di cemari limbah minyak hitam lagi, dan wisatawan kembali ramai berkunjung ke lagoi,” tutupnya.















































