Ketum PBNU Tolak, Soal Wacana Pemulangan WNI Terduga Teroris
Sabtu, 08 Februari 2020, 15.30 Wib/ Kontributor: Arianto/ Editor: Muhamad Sukur
Investigasipos.com. JAKARTA, – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Said Aqil Siroj menolak wacana pemulangan WNI terduga teroris lintas batas ke Indonesia.
Said Aqil menegaskan, para WNI teroris itu sudah meninggalkan Indonesia dengan cara membakar paspor sehingga menurutnya tak layak untk dipulangkan ke Indonesia.
“Saya tolak, saya tidak setuju. Mereka meninggalkan negara, lalu membakar paspornya. Mengatakan kita thogut, terutama NU. Anshorut thogut, pendukung thogut. Ngapain disuruh pulang,” kata Said Aqil di Gedung PBNU, Jakarta, pada Sabtu (08/02/2020).
Baca juga :
Said Aqil pun tak ambil pusing dengan masa depan para WNI yang terduga teroris bila mereka tidak bisa kembali ke- Indonesia.
Menurut Said Aqil, Pemerintah Indonesia harus berkaca pada pemerintahan negara lain yang tidak memulangkan warga negaranya yang terduga teroris lintas batas.
“Ramah banget sampeyan. Mereka pembunuh, pembantai, pemerkosa. Ngapain diramahin?” ujar Said Aqil.
Sebelumnya, Menteri Agama Fachrul Razi mengungkapkan, sebanyak 600 WNI di Timur Tengah yang sempat bergabung dalam kelompok ISIS akan dipulangkan ke Tanah Air. Informasi itu didapatkanya dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).
Sementara itu terkait proses pemulangan mereka, Presiden Joko Widodo katakan, “pemulangan WNI eks ISIS itu masih perlu dikaji dalm rapat tingkat menteri,” pungkasnya.















































