Beranda Kepri Ucapan  Mahfud. Kemenanggan Prabowo ada di ‘Provinsi Garis Keras’, Bikin Gaduh

Ucapan  Mahfud. Kemenanggan Prabowo ada di ‘Provinsi Garis Keras’, Bikin Gaduh

Mahfud Md saat dikonfimasi media

KEPRI. Investigasipos.com, Ucapan mantan Ketua Mahkamah Konsitusi (MK) , Mahfud Md, yang menyebutkan daerah Aceh, Sumatera Barat, Jawa Barat dan Sulawesi Selatan sebagai ‘Provinsi Garis keras’ dalam wawancara di salah satu stasiun TV Nasional, Bikin heboh.

Pasalnya pernyataan  Mahfud Md, tersebut tidak relevan dan terkesan menyudutkan daerah Tim pendukung Capres cawapres nomor urut 02 Prabowo – Sandi.

Berikut pernyataan Mahfud MD dari potongan wawancara yang berdurasi 1 menit 20 detik dan beredar di media sosial.

Kemarin itu sudah agak panas dan mungkin pembelahannya sekarang kalau lihat sebaran kemenangan ya mengingatkan kita untuk lebih sadar segera rekonsiliasi. Karena sekarang ini kemenangan Pak Jokowi ya menang dan mungkin sulit dibalik kemenangan itu dengan cara apapun

Tapi kalau di lihat sebarannya di beberapa provinsi-provinsi yang agak panas, Pak Jokowi kalah. Dan itu diidentifikasi tempat kemenangan Pak Prabowo itu adalah diidentifikasi yang dulunya dianggap provinsi garis keras dalam hal agama misal Jawa Barat, Sumatera Barat, Aceh dan sebagainya, Sulawesi Selatan juga.

Saya kira rekonsiliasinya jadi lebih penting untuk menyadarkan kita bahwa bangsa ini bersatu karena kesadaran akan keberagaman dan bangsa ini hanya akan maju kalau bersatu (smbr. Dtk News)

Sementara itu, Badan Pemenangan Nasional (BPN), Prabowo-Sandi, mulai dari Waketum Gerindra Fadli Zon, Koordinator Jubir BPN Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak. Dan Andre Rosiade. mengkritik pernyataan Mahfud Md tersebut dan  membahasnya diTwitter.

“Pernyataan Mahfud itu tidak menunjukkan sikap Pancasilais. Ia juga telah menyinggung gerakan Suluh Kebangsaan yang digagasnya,” sebut Dahnil Anzar Simanjuntak.

Lalu, Bagaimana bisa Pak @mohmahfudmd yang menyatakan dirinya pelopor suluh kebangsaan justru mengeluarkan pernyataan keruh dengan menuduh daerah seperti Aceh, Sumbar, Jawa Barat dan seterusnya yang dukung Prabowo adalah daerah Islam Garis keras,” sambung Dahnil.

Poto M Nasir Djamil, Anggota DPR RI

Bukan itu saja, Anggota Komisi III, Hukum dan keamanan DPR RI asal Aceh, M Nasir Djamil. menyatakan, Mahfud MD harus meminta maaf setelah menyebut masyarakat Aceh sebagai penganut ‘Islam Garis Keras’.

“Saya harapkan kepada Pak Mahfud Md, agar meminta maaf kepada masyarakat Aceh atas pernyataannya yang membuat gaduh itu”, beber Nasir Djamil dalam keterangan tertulisnya di Banda Aceh,” Senin (29/4/2019).

M. Nasir juga katakan, pernyataan Pak Mahfud Md tersebut, berpotensi mengadu domba antara sesama anak bangsa dan warga antar provinsi.
Siapapun calon presiden yang akan dipilih oleh warga negara, maka itu sudah diatur dalam konstitusi.

Kalau pun ada provinsi yang Prabowo – Sandi menang itu bukan berarti bahwa masyarakatnya penganut ‘Islam garis keras’ atau ekstrem. Mereka yang memilih berdasarkan hati nurani dan informasi yang selama ini mereka dengar dan baca soal Indonesia di bawah kepemimpinan Jokowi,” beber Nasir.

Menurut M. Nasir Djamil, pelabelan Islam garis keras kepada rakyat Aceh adalah bentuk penghinaan dan tuduhan yang tidak mendasar. Sebab itu, Mahfud MD wajib meminta maaf.

“Apakah salah kalau ada masyarakat mayoritas di satu provinsi memilih Prabowo dan Sandi? Sejumlah masyarakat Aceh bersiap-siap menempuh jalur hukum terkait pernyataan Mahfud MD,” pungkas Nasir M Djamil.

(Incek Kur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here