Beranda Nasional Feri Kusuma pesimistis penegakkan HAM di Indonesia, khususnya Papua, akan membaik.

Feri Kusuma pesimistis penegakkan HAM di Indonesia, khususnya Papua, akan membaik.

JAKARTA, KOMPAS.com – Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan ( Kontras) Feri Kusuma pesimistis penegakkan HAM di Indonesia, khususnya Papua, akan membaik.

Sebab, berkaca dari pernyataan Menko Polhukam Mahfud MD yang menyebut dokumen yang diserahkan pengacara HAM  Veronica Koman kepada Presiden Joko Widodo hanyalah sampah, penegakkan HAM ke depan seolah semakin suram.

Dokumen yang dimaksud berisi data 57 tahanan politik serta 243 korban sipil yang tewas di Nduga, Papua, sejak Desember 2018.

“Ke depan sudah bisa dipastikan kalau model begini terus dilakukan oleh Pak Menko Polhukam maka kondisi HAM di negara kita akan semakin memburuk,” kata Feri kepada Kompas.com, Rabu (12/2/2020).

Baca juga: Mahfud Sebut Dokumen Veronica Koman Sampah, Kontras: Pemerintah Alergi Kritik

“Tidak akan ada proses penegakkan hukum, tidak akan ada proses penegakkan kebenaran karena setiap kali ada temuan dari masyarakat sipil selalu disangkal,” kata dia.

Feri mengatakan, dokumen yang disampaikan Veronica Koman kepada Jokowi bukan hoaks melainkan fakta.

Alih-alih menyebut dokumen itu sebagai sampah, menurut Feri, seharusnya pemerintah mengecek ulang temuan tersebut supaya menjadi fakta yang akurat dan valid.

Apalagi, data tersebut berkaitan dengan nyawa warga negara Indonesia dan hak hidup serta HAM masyarakat Papua.

Sikap Mahfud itu, kata Feri, justru menunjukkan contoh yang tidak baik bagi penanganan masalah Papua, khususnya ihwal HAM.

“Jadi yang selama ini orang menganggap Pak Mahfud sebagai seorang ahli hukum, bisa mencermati persoalan-persoalan hukum, ternyata meresponnya hampir mirip-mirip dengan model era orde baru, alergi terhadap kritik,” ujar Feri.

Feri mengatakan, kondisi ini tidak hanya menimbulkan kekhawatiran atas penegakkan hukum di Papua, tetapi juga di wilayah-wilayah lainnya.

Halaman:

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlak

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here