Aktivis Pro Demokrasi (Milenial Aceh) saat Konfrensi Pers
ACEH. Investigasipos.com, Aktivis Pro Demokrasi, Fakhrurrazi tantang mualem dengan sebutan Diksi tidak berumur lama di tengah polemik hasil pengumuman Komisi Pemiluhan Umum atau Pilpres 2019, saat gelar Konfrensi Pers, Selasa (28/05).
Kepada Investigasipos.com, Direktur Aktivis Milenial Aceh ini mengatakan, “saat seperti ini banyak tokoh yang muncul dengan narasi serba bimbang dan ragu dalam menentukan keputusan.
Bermain aman pada saat seperti ini memang selalu muncul tokoh yang jadi gagap, penuh dalam keragu – raguan untuk menentukan sikap masa depan aceh,” ucap Fakhrurrazi.
Dia pun meminta Rakyat Aceh mendukung mualem kalau memang Referendum menjadi pilihan. “Karena itu adalah jalan menuju kemerdekaan aceh, kami menyambut baik kalau memang itu komitmen mualem,” sebutnya.
Kita akan buktikan siapa sosok yang akan menyelamatkan situasi ini. Referendum sebagai perkataan semata tidak lah cukup, sebab Referendum bukan diksi yang tabu untuk dipersembahkan.
Seringkali diksi tersebut terkontaminasi dengan unsur unsur lain sehingga membuat diksi tersebut mudah expired atau berumur rendah.
“Kami menunggu tindakan dari diksi ini, persatuan akan rapuh tanpa kesejahteraan sosial,” pungkasnya.
(Cek Zi)













































