Beranda Aparatur Babak Baru Penggungkapan Rekening Kepala Daerah di Kasino Luar Negeri

Babak Baru Penggungkapan Rekening Kepala Daerah di Kasino Luar Negeri

Babak Baru Penggungkapan Rekening Kepala Daerah di Kasino Luar Negeri

Kontributor Jakarta: Arianto/ Editor Muhamad Sukur

Investigasipos.com. JAKARTA – Setelah merespon informasi Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) tentang penemuan Rekening sejumlah Kepala daerah yang disimpan di Kasino Luar negeri. Polri mengaku siap untuk melakukan penelaah terhadap hasil laporan PPATK tersebut.

Hal tersebut dikatakan langsung Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol Argo Yuwono di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Rabu (22/01/2020).

“Kalau memang sudah diserahkan ke kepolisian dan polisi pasti telaah seperti apa temuan itu,” kata Argo hari ini.

Baca juga : Polri: Kami Akan Tindak Temuan PPATK, Terkait Pencucian Uang Sejumlah Kepala Daerah di Kasino

Menurut Argo, Polri akan membentuk tim untuk menangani terkait kasus rekening kepala daerah di kasino luar negeri tersebut.

Namun, Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol Argo Yuwono ini, tidak memastikan apakah Polri sudah menerima laporan tersebut atau belum.

Sementara itu, Kepala PPATK, Kiagus Ahmad Badaruddin menjelaskan. Pihaknya telah menyerahkan laporan penelusuran rekening kepala daerah di kasino luar negeri ke pihak kepolisian.

Baca juga : Kejagung Akan Terapkan, Pasal Pencucian Uang. Dalam Kasus korupsi PT Asuransi Jiwasraya

Ia pun menilai PPATK telah menyelesaikan persoalan tersebut dan sudah menyampaikan semuanya kepada pihak kepolisian,” terang Kiagus di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, pada Selasa (21/01/2020) kemarin.

Sebelumnya, pengungkapan laporan penemuan rekening Kepala daerah yang disimpan di kasino luar negeri itu, di katakan Kiagus merupakan salah satu modus kepala daerah dalam tindak pidana pencucian uang.

”PPATK menelusuri transaksi keuangan beberapa kepala daerah yang diduga melakukan penempatan dana dalam bentuk valuta asing dengan nominal setara Rp 50 miliar ke rekening kasino di luar negeri,” ujar Kiagus saat itu.

Namun, Kiagus enggan mengungkapkan identitas kepala daerah yang dimaksud. Menurut dia, PPATK tidak diperbolehkan melakukan hal itu yang jelas itu tugasnya Pihak penegak hukum,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here