





Kerusahan didaerah yang ada tidak ada saling kait menggait.###########

INVESTIGASIPOS.COM
Jakarta – Berbagai peristiwa kekerasan yang terjadi dibeberapa tempat akhir -akhir ini , terutama yang menyangkut pada gangguan kerukunan beragama di Jawa Barat, Banten dan Yogyakarta, tak ada kaitannya antara satu dengan yang lain.
Kepala Staf Kepresidenan “Moeldoko” menegaskan, ganguan-gangguan yang menyangkut isu “SARA” yang terjadi saat ini didaerah- daerah tidaklah di rancang dalam skenario yang terencana. Oleh karena itu, masyarakat harus tetap tenang dan tak perlu takut pada situasi keamanan yang terjadi, itu semua kejadian yang biasa, “ucapnya.
usai pertemuan.”Moeldoko” dengan Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP) di Kantor Staf Presiden, Jakarta, Rabu, 14 -02′-2018 turut hadir dalam pertemuan itu Kepala UKP-PIP Yudi Latief, .anggota Dewan Pengarah, antara lain Jenderal (Purn) Try Sutrisno, Dr.Mahfud MD, dan Pdt. Andreas Anangguru Yewanggoe dan anggota Dewan Penasihat Benny Susetyo, Pr, dan Sudhamek AWS.
Moeldoko menegaskan, polisi harus me ningkatkan kewaspadaan anggotanya. Jangan ragu-ragu dalam bertindak ter hadap pelaku kekerasan serta tindakan intoleransi,” tegasnya.
Poin utama yang dibahas dalam per temuan antara UKP-PIP dan Kantor Staf Presiden tersebut adalah upaya menyosialisasikan Pancasila menjadi lebih mudah ke depannya.
“KSP” akan mensinergikan seluruh kekuatan di antara Kementerian dan Lembaga, agar program-program UKP-PIP bisa masuk di dalamnya dan bisa menjadi kekuatan yang besar, program program itu tidak berdiri sendiri, yang pada akhirnya bisa overlapped atau tumpang tindih dan tidak sinkron,” kata “Moeldoko”.
Sementara itu Kepala UKP-PIP Yudi Latief menekankan, apa yang diputus kan oleh UKP-PIP butuh proses sinergi dengan lembaga-lembaga terkait, dan tentunya memerlukan dukungan dari institusi kepresidenan. “Dalam hal ini, KSP sebagai tangan kanan utama dari lembaga kepresidenan bisa, ” kata Yudi.
Selanjutnya, “Yudi” jelaskan bagaimana cara menyosialisasikan Pancasila pada masyarakat yaitu merespon isu-isu strategis yang ada di publik yang ada implikasinya dengan soal nilai-nilai Pancasila. Pancasila akan menjadi sakti kalau efektif merespon problem-problem yang ada,” ungkapnya.
Respon Isu SARA Kepala Staf Ke presidenan “Moeldoko” menekan kan, media harus di optimalkan untuk me respon berbagai isu-isu menyangkut Suku Agama, Ras, dan Antar Golongan.
Lembaga yang tepat untuk menyampai kan kepada publik adalah UKP-PIP, sehingga masyarakat tidak memiliki sensitifitas di dalam merespon situasi,” tegasnya.
Editor : M.Sukur
Kontak
M. Sukur SH, investigasi 081364701100 Jojo Raharjo: 08155557343 (agustinus.raharjo@ksp.go.id)
Alois Wisnuhardana: 0811808006 (alois.wisnuhardana@ksp.go.id)















































