
Rabu, 22 Juni 2022
Penulis: Muhammad Sukur

KEPRI l lnvestohasipos.com – Gubernur Kepri, Ansar Ahmad mengungkapkan beberapa kendala terkait pembangunan jembatan Batam -Bintan. Hal itu dikatakannya saat menghadiri pembagian insentif RT/RW di wilayah Sagulung dan Batuaji, Kota Batam, Selasa (21/06/22).
Ansar mengakui, jika semua proses awal dilapangan dibebankan kepada daerah, kemampuan ABD Kepri tidak bisa mengakomodir biaya tersebut. Apalagi sebelumnya Presiden Joko Widodo menginstruksikan biaya proses di lapangan diserahkan ke daerah.
Banyak kendala yang harus diselesaikan diantaranya peninjauan kembali Detail Engineering Design (DED), ada belasan titik tiang jembatan yang nilainya mencapai Rp. 55 miliar. “Jembatan ini sangat panjang, jadi konstruksi tiangnya harus benar-benar diperhitungkan,” ucap Ansar.
Menindaklanjuti hal ini, Gubernur Ansar berencana menemui Presiden Jokowi menyampaikan kendala yang dihadapi. Untuk itu Ansar meminta doa dari masyarakat Kepri agar pemerintah pusat bisa mengakomodir biaya review konsultan DED tiang jembatan Batam Bintan.
Sementara proses pembebasan lahan menurut Ansar Ahmad masih terus berlanjut. Terkait hal itu, ada beberapa hal yang masih harus dikomunikasikan dengan kejaksaan. ” Saya optimis jika hal tersebut akan selesai dalam waktu dekat,” ungkapnya.
Sumber : Tribun batam.Id














































