Beranda Kepri Kennedy Sihombing, Hutan Mangrove Di Kepri Beransur Musnah

Kennedy Sihombing, Hutan Mangrove Di Kepri Beransur Musnah

Foto aliran sungai yang masih terjaga bakaunya

Kepri – (Berita Lingkungan Hidup)

Tanjungpinang, Investigasipos.com -Pembabatan dan alih fungsi menjadi kawasan bisnis terus mengancam hutan mangrove (Bakau) di beberapa wilayah di Provinsi Kepri, terutama ditanjungpinang, (9/7/18).

Sepanjang tahun 2016 sampai 2018, beberapa masalah terkait alih fungsi mangrove (Bakau) masih dilakukan baik oleh perusahaan berskala besar maupun kelompok masyarakat.

DiDompak Kec Bukit bestari contohnya, daerah ini merupakan salah satu lokasi hutan mangrove (Bakau) yang banyak dialih fungsikan oleh oknum pengusaha yang mengklaim semua tanah bakau di daerah itu masuk wilayah plotingannya.

Hal ini diungkapkan Kennedy Sihombing. Ketua Lsm P2KN Prov Kepri pada Media Online Investigasipos.com, pada 7 juli 2018. ” Ada ratusan hektare areal hutan mangrove di Dompak yang telah ditimbun dan dikuasai oleh oknum perusahaan tertentu, ” ungkapnya.

foto ketua Lsm P2KN Kennedy Sihombing

Tindakan perusakan hutan mangrove (Bakau) tersebut dapat dijatuhi hukuman dan denda, sebagaimana di dalam Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Kehutanan.

Kennedy katakan, “ Saya mensinyalir ada unsur kesengajaan di balik perusakan hutan mangrove (Bakau) di Dompak ini , terutama terkait dengan kegiatan bisnis, ” ujarnya.

Aksi perusakan ekosistem mangrove (Bakau) yang tidak terkendali di Dompak tersebut, berpotensi mengakibatkan semakin berkurangnya populasi hewan dan biota laut di sekitlar lokasi tersebut

Selain di sekitar Dompak, Kennedy juga memperkirakan kasus perusakan dan alih fungsi hutan mangrove (Bakau) terjadi juga di beberapa titik sepanjang alur sungai carang, “tutup Kennedy. (Sukur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here