Tewas Tak Wajar, Anak Sulung Hakim PN Medan. Sempat Curiga
Kontributor Sumut: Leodapari/ Editor : M. Sukur
Investigasipos.com, Sumut. Putri sulung Hakim Jamaluddin, Kenny Akbari Jamal, mengaku syok saat mngetahui ibu tirinya merupakan otak dibalik pembunuhan ayahandanya, Jumat (10/01/2020).
Dari keterangan Kenny yang di lansir Tribun Medan, mengatakan, Ia mengaku sejak dari awal sudah merasa curiga dengan kematian ayahandanya yang dia anggap tak wajar.
Kecurigaannya yang pertama yakni, dilihat dari posisi ayahnya yang ditemukan tewas di barisan bangku kedua mobil pribadinya.
Lalu, Kenny mengaku sempat mempertanyakan ke mana orang yang duduk di bangku barisan depan mobil tersebut.
“Saya bingung, mana ada orang kecelakaan kayak begitu. Terus, gimana orang di depan kalau memang kecelakaan,” ujarnya, Kamis (09/1/2020) kemarin.
Kenny sempat menduga kematian tak wajar ayahandanya disertai motif lain, seperti pencurian bukan yang lainnya.
Kebingungan Kenny semakin bertambah saat ibu tirinya mengeluarkan pernyataan yang tidak sesuai kenyataan.
“Bunda dimintai keterangan, Aku juga bingung. Kenapa keterangan Bunda enggak singkron dengan kenyataannya, berbeda semua yang dia omongi,” terang Kenny.
“Saat itu sebenarnya saya sudah mulai curiga, kok Bunda bicaranya begitu. Namun saya tetap positive thinking, karena saya pikir tak mungkin ibu pelakunya,” ucapnya.
Kenny mengatakan pertama kali mengetahui ayahnya tewas saat ia pulang ke rumahnya sekitar pukul 14.00 Wib. Lalu pada pukul 18.00 Wib, datanglah tetangga, polisi, dan lurah.
Aku bangun dan terkejut, karena ramai orang. Selanjutnya Polisi mempertanyakan pakaian dan waktu pergi Ayahanda dari rumah. Tetapi, saya jawab enggak tahu karena baru pulang jam 2 siang,” jelas Kenny Akbari, dilansir Tribun Medan.
Ia kemudian diberi tahu bahwa ayahnya telah meninggal. Saat itu aku sendirian, enggak ada (orang di rumah),” ungkap Kenny Akbari.
Kenny juga mengaku curiga saat sang bunda mengatakan bahwa ponsel ayahnya sempat mati dan tak bisa dihubungi. Padahal, hal tersebut sangat jarang dilakukan ayahandanya.
Selain itu, Kenny merasa sangat janggal saat ayahnya disebut Ibu tirinya sudah pergi pagi-pagi buta.
“Iya janggal juga sih, selama aku tinggal di sini, dia enggak pernah pergi sepagi itu. Kata ibu tiriku ayah keluar pukul 5 pagi dan mau jemput kenalannya di bandara,” kata Kenny Akbari.
Hal lain yang membuat Kenny bingung adalah pernyataan ibu tirinya, Zuraida Hanum, yang menyatakan ada teror di rumahnya seminggu sebelum Hakim Jamaludin ditemukan tewas.
Menurut dia, tidak ada teror yang menyebut pagar rumahnya ditabrak.
“Aku bingung kapan ditabraknya itu pagar. Katanya pagi ditabraknya, mungkin aku enggak ada di rumah. Tetapi, seharusnya ada bekas ditabraknya di pagar itu kalau memang benar. Pasti aku tahu kok beda ya pagar rumahku, tetapi itu tak ada,” beber Kenny Akbari.
Sampai saat ini, Kenny masih ragu terkait keterlibatan ibu tirinya dalam kasus pembunuhan Hakim Jamaludin. Kalau memang iya, apa motifnya,” tanya Kenny Akbari.
Ia menilai sang ayah selalu memberikan seluruh kebutuhan ibundanya. Secara finansial, apa sih yang enggak dikasih ke Bunda?” ucap Kenny Akbari (*)














































