Beranda Nasional Pasar Induk di Gang Salam Batu 8  Tpi, Gagal terealisasi

Pasar Induk di Gang Salam Batu 8  Tpi, Gagal terealisasi

Pasar Induk di Gang Salam Batu 8  Tpi, Gagal terealisasi.

Invetigasios Wakil Walikota Tanjungpinang Hj Rahma didampingi beberapa kepala dinas di lingkungan Pemko Tanjungpinang mengunjungi Pasar Baru I, II dan KUD, Rabu (16/10) pagi.

Kedatangan Rahma untuk melihat kondisi pasar itu mengingat ada rencana akan dilakukan perbaikan dan pembangunan kembali pasar itu melalui APBN.

Hj Rahma menuturkan, pembangunan pasar induk di Gang Salam Batu 8 gagal terealisasi anggaran tersebut dialihkan membangun pasar tradisional di Kota Lama.

”Kami ingin melihat kondisi pasar ini sekarang. Saya rasa juga sudah pantas untuk direhab atau diperbaiki secara menyeluruh agar berkonsep dan nyaman dikunjungi masyarakat,” ujarnya didampingi Kadis PUPR Tanjungpinang, Hendri,

Sebelumnya, melalui satker terkait akan dibangun Pasar Induk di Gang Salam Batu 8 Tanjungpinang. Anggaran pembangunannya melalui APBN yang diplot di kementerian terkait. Jumlahnya diperkirakan senilai Rp133 miliar.

Terkait informasi gagalnya pembangunan pasar tradisional tersebut, Hj Rahma menuturkan dengan berbagai pertimbangan. Utamanya mengingat biaya perataan lahan dan sebagainya yang besar.

Ia menuturkan, bila diganti memperbaiki atau membangun pasar tradisional di Kota Lama pun tidak masalah. Ini juga upaya yang baik.

”Kami tinjau dulu, bila memungkinkan maka segera melakukan review DED yang sebelumnya juga sudah di buat Provinsi Kepri melalui OPD terkait,” tuturnya.

Hj Rahma menuturkan, review DED bisa di provinsi atau mungkin ke OPD terkait di lingkungan Pemko Tanjungpinang. Disertai dengan Amdal dan beberapa lainnya.

Informasi yang diterima, sebelumnya sudah ada DED perbaikan Pasar Baru I, II dan KUD. Terkait teknisnya, ia mengaku tidak begitu mengetahui pasti.

”Turun juga Pak Bambang, Kadishub melihat sketsa jalan dan parkirnya. Jadi masih akan dilihat dulu,” tuturnya.

Ia menuturkan, bila memungkinkan nantinya akan dibuat parkir bertingkat. Bila tidak, maka harus dibuat lahan parkir yang memadai.

Selain itu, tak kalah penting yaitu menyediakan lahan atau lokasi relokasi pedagang. Jangan sampai dampak dari pembangunan para pedagang tidak bisa mencari nafkah.

”Perekonomian pedagang juga kita pikirkan. Ini masih survei,” tuturnya.

Terkait kondisi pasar tradisional, menurutnya sudah layak diperbaiki serta dibuatkan konsep memadai.

Kadisperindagin Kota Tanjungpinang, Ahmad Yani menuturkan, bila memungkinkan anggarannya bisa dikucurkan di 2020. Terpenting Pemko menyediakan lahan serta DED nya.

”Kita sediakan dua hal ini dulu, bila selesai pusat bersedia mengucurkan dana pembangunan pasar,” tuturnya.

Terkait kewenangan me-review DED ia menuturkan masih perlu koordinasi. Apakah di OPD teknis terkait atau lainnya. Bambang menuturkan, terkait sketsa parkir nantinya menjadi kewenangan mereka setelah diketahui detail gambar perencanaanya.

“Saya ikut tinjau dulu, akan ada gambaran parkir setelah ada perencanaan. Baru kami bisa memberikan masukan-masukan,” tuturnya. (red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here