
Investigasipos.com – Tanjungpinang, Menyikapi maraknya pemberitaan Nasional, tentang masaalah kasus giji kurang dan giji buruk pada Balita, yang terjadi di beberapa daerah diindonesia. Kepala Dinas kesehatan Kota Tanjung ” RUSTAM ” terus mengambil langkah cepat, Minggu (21-01-2018).
Dinas kesehatan Kota Tanjungpinang saat ini telah melaksanakan upaya penanganan penurunan giji kurang dan giji buruk di tiap daerah dikota ini, melalui Pos- Pos yandu dan Pukesmas- Pukesmas yang ada.
Dalam pelaksanaannya guna melihat status gizi kurang, giji buruk pada balita, petugas Dinas kesehatan melaksanakan 3 ( tiga ) langkah parameter, diantaranya ; melalui berat badan menurut umur, tinggi badan menurut umur, serta berat badan menurut tinggi badan.
Saat permasalahan ini ditanyakan kepada ” RUSTAM ” melalui Hand phone, Kepala Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang ini menjelaskan, masalah mendeteksi kasus giji kurang dan giji buruk ini, jika kita meng gunakan parameter berat badan menurut umur akan dapat diketahui adanya balita yang gizi kurang dan yang gizi buruk. Yang paling sensitif dan spesifik mengambarkan status gizi saat ini adalah berat badan menurut tinggi badan.

Pada tahun 2016, sebanyak 414 Balita yang ditemukan berkategori gizi kurang. Dan pada tahun 2017 hal ini sedikit meningkat menjadi 420 anak. Sedangkan balita yanf beekategori gizi buruk pada tahun 2016 sebanyak 52 anak, dan menurun pada tahun 2017 menjadi 22 anak, ” Ungkapnya.
Menurut ” RUSTAM ” pada penggunaan parameter berat badan menurut tinggi badan, untuk melihat status gizi balita akan diketahui adanya balita kurus dan sangat kurus. Pada tahun 2016 sebanyak 74 anak ditemukan berkategori kurus, selanjutnya pada tahun 2017 menurun menjadi 45 anak.
Sedangkan wilayah yang ditemukan kasus balita gizi kurang, gizi buruknya terbanyak adalah wilayah Puskesmas Kampung Bugis sebanyak 256 kasus, Batu 10, sebanyak 51 kasus serta daerah Mekar Baru, sebanyak 40 kasus. untuk balita kurus, sangat kurus terbanyak ditemukan di wilayah Puskesmas Batu 10 sebanyak 16, Kampung Bugis serta Melayu Kota Piring 8 kasus, dan 11 kasus di Sungai jang, Tutupnya.
Sementara itu berbagai langkah dan upaya telah dilakukan oleh Dinas kesehatan Kota Tanjungpinang dalam menanggulangi gizi kurang dan gizi buruk. Salah satunya dengan mensosialisasikan berbagai macam kegiatan Program hidup sehat yang diselengarakan melalui Pos- pos yandu dan Pukesmas- pukesmas yang ada.
Penulis: M. Sukur















































