Beranda Kepri Turun Kelapangan, PT NAP Klarifikasi Hasil Telaah Tim Lembaga KPK

Turun Kelapangan, PT NAP Klarifikasi Hasil Telaah Tim Lembaga KPK

Turun Kelapangan, PT NAP Klarifikasi Hasil Telaah Tim Lembaga KPK

Minggu, 10 Oktober 2021

Investigasipos.com | KEPRi –
Salah satu Penyedia Jasa dari dua Pekerjaan Proyek Peningkatan Jalan FTZ BP Kawasan di Tanjung Mocco yakni PT Nusantara Agung Pratama melakukan klarifikasi turun langsung kelapangan bersama Tim Lembaga KPK Kepri dan awak media.

Hal itu dilakukan guna menjawab hasil temuan Tim Investigasi Lembaga KPK Kepri terkait dugaan permasalahan yang terjadi pada sejumlah Pekerjaan Proyek Peningkatan Jalan FTZ BP Kawasan di Tanjung Mocco Kota Tanjungpinang yang mana satu di antaranya dikerjakan PT NAP.

Dari hasil pantauan media ini terlihat General Maneger (GM) PT NAP di dampingi Tim Lembaga KPK Kepri melakukan kroscek langsung di lapangan, menelaah satu persatu hasil temuan yang  sebelumnya diduga bermasalah tersebut.

Dalam hasil penelaahan bersama, ditemukan ada satu titik yang masih harus di perbaiki dan ditambah, agar tidak lari dari Bestek yang telah ditetapkan dan hal itu langsung direspon dan dikerjakan pihak PT NAP.

“Teknis pengerjaan proyek ini sudah sesuai dengan hone secedule dari Gambar Perencanaan PU, jika ada sedikit yang nampaknya kurang pas kami bersedia diberi masukan,” kata GM PT Nusantara Agung Pratama di hadapan Tim Lembaga KPK Kepri dan sejumlah awak media.

Usai pengecekan yang disesuaikan Gambar Perencanaan dari PU
– Tebal aspal hotmix 10 cm
–  Batu base 30 cm
–  Lebar jalan 6 mtr, Tim
Lembaga KPK mendapatkan hasil pekerjaan PT NAP sudah sesuai dengan Bestek. seperti yang di perlihatkan GM PT NAP.

Kemudian, untuk penimbunan median jalan yang dikatakan Tim Lembaga KPK Kepri sebelumnya memakai tanah timbun yang tidak sesuai Bestek ternyata pekerjaan itu tidak masuk dalam perencanaan. Penimbunan itu hanya merupakan kebijakan PT saja.

“Untuk mengantisifasi agar tidak terjadi kerugian Negara akibat pekerjaan yang bermasalah, Kami Sebagai Sosial control (Pegiat Anti Korupsi) wajib untuk menggingatkan hal ini,” tegas Ketua Lembaga KPK Kepri, Kennedy Sh.

Sementara itu, hingga berita dimuat awak media ini belum berhasil menghubungi PPK yang bertanggung jawab dalam dua pekerjaan poyek jalan FTZ BP Kawasan  tersebut.

Hadir dalam klarifikasi PT Nusantara Agung Pratama dilapangan tersebut, GM PT NAP, Tim dan Ketua Lembaga KPK Kepri dan sejumlah awak media.

Sebelumnya diberitakan,
Ketua Lembaga Komando Pemberantasan Korupsi (Lembaga KPK) Kepri, Kennedy Sihombing berencana melanjutkan penelaahan hasil temuan mereka atas dugaan kecurangan pada 2 Proyek Pembangunan jalan FTZ BP Kawasan di Tanjung Mocco Kota Tanjungpinang.

Pernyataan itu dia katakan,
Usai mendengarkan hasil rekaman Klarifikasi Saudara Rodi Pegawai Dinas PUPR Kepri yang menjabat sebagai PPK dalam dua Pembangunan proyek jalan FTZ, BP Kawasan tersebut setelah disampaikan melalui awak media ini.

“Apa yang disampaikan melalui media ini terkait temuan indikasi dugaan kecurangan pada pekerjaan proyek Jalan FTZ BP Kawasan di Tanjung Mocco tidak lah benar, semuanya menurut kami sudah sesuai bestek,” Aku Rodi (PPK red).

“Untuk Batu Bes penimbun jalan sebelum diaspal yang katanya berkwalitas rendah dan Ketebalan aspal serta lebar jalan yang tidak sesuai ukuran kami anggap tidak lah benar semua sudah sesuai Bestek.

Lalu anggapan kecurangan dalam pekerjaan penimbunan tanah pada taman pembatas jalan itu juga tidak benar, penimbun tanah untuk taman pembatas jalan itu tidak masuk dalam Draf. Penimbunan itu dilakukan pihak kontraktor dengan sukarela,” terang Rodi.

Menanggapi klarifikasi dari saudara Rodi yang juga pernah menjadi PPK pada proyek Gurindam 12 ini, Kennedy menyampaikan rasa terima kasihnya.

‘Kita terima Klarifikasi bantahan dari Saudara Rodi (PPK red) atas temuan Tim dilapangan. Meski berbeda tafsir, kita ingin pihak BP kawasan terbuka untuk menunjukan isi Draf dalam pekerjaan proyek tersebut,” ungkap Kennedy.

Dia juga menyampaikan bahwa pihaknya (Lembaga KPK Kepri red) sudah menghubungi dan berkonsultasi dengan salah satu Tim Ahli dari Universitas Indonesia (UI), Ibu Dr. Lin Yola, S.T., M.Sc. Arsitek untuk membantu melakukan penelaahan.

“Jika nantinya terbukti dari hasil penelaahan Ahli ke 2 proyek ini bermasalah, maka kami tak segan-segan akan melaporkan pihak PPK dan Kontraktor atas dugaan kecurangan ini,” pungkasnya

Sebelumnya pada Jumat, 25 Sep 2021 Tim Lembaga KPK Kepri mengatakan,
Dua Proyek Pembangunan Pemeliharaan dan Peningkatan jalan FTZ Kota Tanjungpinang Kepulauan riau (Kepri) di Tanjung Mocco diduga bermasalah.

Diantaranya,q Pekerjaan Pembangunan Jalur ke dua menuju Tanjung Mocco (Segmen 1), Nilai Kontrak Rp. 14.150,475,000,00,- Bersumber dari dana APBN 2021, Penyedia Jasa PT Nusantara Agung Pratama.
Konsultan Superpvisi CV Vistatama Multi Engineering.

Kedua, Pekerjaan Pembangunan Jalur kedua menuju Tanjung Mocco (Segmen 1. Nilai Kontrak Rp. 13.701,135,000,00, Sumber dana APBN 2021. Penyedia Jasa PT. Asa Jaya Amelia, Konsultan Supervisi PT Multi Firma Riau

Dari hasil Investigasi Tim media dilapangan Proyek Pembangunan jalan yang mengunakan dana anggaran APBN Tahun 2021ini terlihat asal jadi dan tidak sesuai bestek sarat dengan kecurangan.

Dari hasil temuan tim terlihat Batu Bes yang digunakan untuk pengeras jalan sebelum diaspal adalah jenis Batu Bes yang berkwalitas rendah golongan C, kotor dan kurang batu.

Akibat dari pengunaan Batu Bes yang berkwalitas rendah ini jika dibiarkan, maka akan berakibat pada jalan yang tidak akan bertahan lama dan bila dilintasi truk akan cepat rusak.

Lalu dari hasil temuan lain terlihat setelah tim melakukan pengukuran lebar jalan diduga jalan yang sudah siap tidak sesuai dengan Bestek. Mestinya dua jalur jalan lebarnya 8 meter, namun dilapangan tim mengukur hanya 6, 6 Meter saja.

Selain itu, ketika diukur dengan seksama ketebalan aspal yang sudah siap di aspal terlalu tipis, hanya tebal 2 inci ukuran tangan. Biasanya ketebalan aspal itu hampir setebal lebarnya batu bata merah berukuran lebih kurang 4 inci.

Terakhir, tim juga melihat pekerjaan taman pembatas jalur jalan yang biasanya ditanami pohon-pohon pilihan dengan mengunakan dasar tanah hitam bersih tanpa akar-akar serabutan, tapi kenyataannya tanah yang digunakan adalah tanah Bauksit.

Kemudian menindaklanjuti hasil temuan-temuan itu, Tim Investigasi berencana akan menyurati pihak- pihak terkait guna mengecek kembali Pekerjaan peningkatan jalan dari kedua PT tersebut.

Dan jika terbukti adanya indikasi kecurangan yang berbau Korupsi hingga merugikan keuangan Negara, pasti akan kami laporkan,” tutup Kennedy. (Sukur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here