foto ketua KOMPAS LIMA saat menyerahkan SK pengurus KOMPAS LIMA Kp. Bulang
TANJUNGPINANG, KEPRI
Investigasipos.com, Isu penyebaran hoax, hate speech dan eksploitasi SARA saat ini sangat meresahkan. Ketua Umum KOMPAS LIMA “Chandar Uman” dalam pertemuan rapat musawarah kerja KOMPAS LIMA menjelang Kampanye Damai pilkada Kota Tanjungpinang 2018 di Kampung Bulang kec. Tanjungpinang Timur, angkat bicara, Selasa (06-03-2018).
Dalam acara musawarah itu, salah satunya Ketua KOMPAS LIMA katakan pada warga kompas lima, “saat ini penyebaran hoax, hate speech dan eksploitasi SARA, banyak dilakukan untuk kepentingan politik, khususnya di Pilkada Kota Tanjungpinang 2018 ini.
Permasalahan hoak, hate speech dan eksploitasi tak bisa dihindari, Namun apabila dibiarkan akan dapat merusak Etika, Keberagamanan serta Toleransi yang selama ini telah kita bina bersama dalam berbangsa dan bernegara, “Ucapnya.
Penyebaran berita hoax, hate speech dan eksploitasi SARA, dapat berpotensi merusak nilai- nilai kebangsaan yang ter kandung dalam konsitusi UUD 1945 yang selama ini menjunjung tinggi kebersamaan dan keberagaman.
Menurut “Chandar” Cara-cara seperti ini, hanya dilakukan oleh Pasangan calon tertentu untuk memenangkan Pilkada, karena takut kalah dan tidak percaya diri dalam mengikuti konstentasi Pilkada, sehingga menggunakan hoax untuk memenangkan Pilkada.
“Isu hoax, hate speech dan ekploitasi SARA disebarkan dengan tujuan negatif untuk mengubah persepsi publik terhadap Paslon lain, dan menguntungkan paslon yang didukungnya, tegas “Chandar”.
Ketua KOMPAS LIMA ” juga mengharapkan kepada Panwaslu, agar lebih proaktif mengawasi penyebaran hoax, ujaran kebencian dan eksploitasi SARA dalam pilkada Kota tanjungpinang ini.
Ketua KOMPAS LIMA juga meminta pada pihak ke Polisian untuk dapat mengungkap dan menangkap pelaku penyebar hoax di media sosial yang sangat meresahkan serta merugikan salah satu pasangan calon, seperti yang dilakukan oleh Mohammad Adam kepada pasangan no. 2 “Lis Darmansyah” beberapa waktu lalu.
Ketua KOMPAS LIMA “Chandar uman”
menghimbau, agar para pendukung pasangan kedua calon, tidak menyebaran hoax, hate speech dan dalam kampanye Pilkada Kota Tanjungpinang saat ini, berilah tampilan Visi-Misi serta program yang akan dilaksanakan oleh kedua pasangan calon kepada pemilih.
Isu Negatif dan penyebaran hoax ini sangatlah mengganggu. Bukan hanya dikalangan masyarakat saja, namun sudah merambah sampai dunia pendidikan, “Tutup nya.
Penulis : Wak Kur














































