Ilustrasi Tempat Usaha Malam
Selasa, 29 Juni 2021
Investigasipos.com | Tanjungpinang – Ratusan pekerja di Kota Tanjungpinang mulai mengeluh kesulitan ekonomi setelah Pemerintah mengeluarkan imbauan menutup sementara tempat usaha hiburan malam.
Mereka pun menilai, himbauan penutupan tempat usaha oleh Pemerintah itu kurang bijaksana, disaat masyarakat sedang mengalami kesulitan ekonomi akibat pembatasan Covid-19.
Hal itu turut dirasakan Lina (Pekerja Karoke) dan sejumlah pekerja lainnya setelah hampir 3 (tiga) bulan lamanya mereka tidak lagi bisa bekerja akibat imbauan pandemi Covid-19.
Lina katakan, hampir 3 bulan usahanya ditutup sedangkan dia perlu menafkahi keluarga, bayar rumah dan kebutuhan lainnya. Jika ditutup terus mau bayar pakai apa.
“Protokol Kesehatan sudah kita jalankan dengan baik dan ketat, aturan jam buka tutup sudah kita ikuti, apalagi yang kurang? Tolong jangan jadikan kami objek isu penyebaran Covid-19,” ucap Lina.
Kepada Pemerintah, khususnya Pemko Tanjungpinang kami meminta agar kembali memberikan peluang untuk kami tetap bisa bekerja meskipun harus berdamai dengan Covid
“Kepada Pemerintah, khususnya Pemko Tanjungpinang, kami berharap, jika belum ada solusi untuk mengatasi keluhan ekonomi tolong berikan peluang untuk kami tetap bisa bekerja,” pungkasnya. (Sukur)















































