Urus Izin SIPI Suli, Nelayan Setokok Ngadu ke Menteri
Investigasipos.Com,Batam (Kepri). Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo saat ke Batam, kunjungi Nelayan dan pengusaha distributor ikan di Pulau Setokok pada 13 November 2019 kemarin. Minggu (17/11/2019).
Keluhan ini disampaikan langsung oleh Nelayan dan pengusaha distributor ikan di pulau Setokok saat Edhy Prabowo mengunjungi lokasi pengelolaan ikan di pulau tersebut.
Menurut mereka, dalam mengurus ijin surat penangkapan ikan, instansi pemerintah lambat dan selalu berbelit- belit dalam proses untuk mengeluarkan Surat Izin Penangkapan Ikan (SIPI) tersebut.
“Kami sebagai pelaku usaha ikan maunya segala izin harus cepat agar nelayan bisa ke laut. Selama ini memang sudah melalui prosedur, namun untuk masuk proses ke web izin itu yang memakan waktu,” kata Ali Dirut Hasil Laut Sejati, (HLS) dilansir dari Tribunbatam.id.
Menurut Ali, aturan untuk mengurus SIPI ini bisa memakan waktu selama dua bulan. Belum lagi kata dia jika Dirjen atau pimpinan sedang dinas di luar kota, dan ini akan menambah waktu hingga proses pengurusanya memakan waktu lama.
“Kita ke laut ini butuh cepat, waktu dan cuaca menjadi tolak ukurnya. Jika izin cepat, maka ke laut untuk menangkap ikan tentu cepat juga,” ungkap Ali.
Ali juga berharap kepada pemerintah agar bisa mempercepat segala izin perikanan. Untuk para nelayan agar jangan ada buku pelaut. Sebab buku itu kurang guna, yang lebih penting adalah asuransi jiwa untuk keselamatan nelayan di laut.
Sementara itu, Menteri Edhy katakn proses pengurusan izin yang lambat itu karena menunggu kesepakatan lintas kementrian. Proses mengeluarkan SIPI tidak serta merta kewenangan KKP saja, melainkan juga ada kementrian lain yang terlibat didalamnya.
Semuanya pasti melalui proses koordinasi antar lintas kementrian. Edhy menyebut Kementerian Perhubungan dan Kementrian Ketenagakerjaan sudah terbuka dan sepakat soal perizinan kapal tangkapan ikan akan menjadi satu pintu dan diserahkan kepada KKP.
Kedepan yang paling penting dalam programnya bagaimana pembinaan nelayan dan potensi laut optimal dapat mensejahterakan masyarakat Indonesia sesuai yang telah dicita- citakan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi),” pungkasnya.
(Wak kur)















































