Jaga NKRI, Menhan Prabowo. Siapkan Padukan Khusus
Investigasipos.com, Menteri Pertahanan (Menhan), Prabowo Subianto dalam rapat bersama Komisi I DPR di Komplek Parlemen, Jakarta pada Senin 11 November 2019 kemarin menggungkapkan Komponen penting dalam mempertahankan wilayah Indonesia dari ancaman luar, Sabtu (16/11/2019).
Saat itu Prabowo katakan, pihaknya akan mempersiapkan ‘Pasukan Rahasia’ dalam mempertahankan wilayah Indonesia dari ancaman luar serta akan melibatkan lembaga atau Kementerian lain dalam hal nenata Pasukan ini. Dan iànya akan berada di Komponen Cadangan;” ucap Prabowo saat rapat berlansung.
Komponen Cadangan itu dimaksud untuk dikerahkan melalui mobilisasi guna memperbesar dan menambah kekuatan TNI sebagai Komponen Utama pertahanan nasional dalam mempertahankan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Prabowo juga menegaskan, “Perlu andil peran dari kementerian dan lembaga di luar Kementerian Pertahanan. Sistem pertahanan negara akj terdiri dari pertahanan militer dan Non militer, pertàhanan fisik dan Non fisik menjadi perhatian dari Menhan,” terang Prabowo.
Dia kàtakannya, dalam sistem pertahanan fisik, terdiri dati tiga unsur diantaranya, Komponen Utama (TNI), komponen Cadangan dan Komponen Pendukung diluar TNI,” pungkasnya.
Dalam mempersiapkan pasukan khusus yang berada di Komponen Cadangan, Prabowo mengatakan, nantinya Nadiem selaku Menteri Pendidikan dan Kebudayaan akan berperan penting didalamnya.
“Tentunya akan banyak peran dari kementerian dan lembaga di luar pertahanan untuk bekerjasama sebagai contoh kita harus kerja sama dengan Kementerian Pendidikan untuk menyusun Komponen Cadangan,” tutup Prabowo saat memaparkan program Kementerian Pertahanan dalam rapat kerja dengan Komisi I DPR.
Dalam merekrut dan melatih perwira cadangan tidak bisa lepas dari peran jenjang pendidikan di Indonesia. Bukan dengan wajib militer, namun akan ada pelatihan bagi perwira-perwira cadangan tersebut.
Komponen cadangan nantinya akan banyak diambil dari Mahasiswa dan siswa Setingkat Sekolah Menengah Atas. Namun jika perlu, kita akan memulainya dari sedini mungkin yaitu pada jenjang Sekolah Menengah Pertama,” jelas Menhan.
“Pendidikan, pelatihan perwira-perwira cadangan, kemudian juga latihan-latihan untuk komponen cadangan nanti akan banyak peran dari Kementerian Pendidikan di SMA bahkan sedini mungkin di SMP dan juga di perguruan tinggi,” kata Prabowo dilansir dari media Tempo.
Prabowo juga mencontohkan pembentukan perwira cadangan dari negara adidaya seperti Amerika Serikat, sumber perwiranya saja hanya sebahagian kecil yang diambil dari akademi militer, hanya 20 persen sàja.
Sedangkan yang 80 persen lagi diambil dari perwira cadangan yang direkrut dari mahasiswa-mahasiswa univeristas di sana. Jadi ada 20 Persen Sebagai contoh, kalau kita lihat di negara amerika, sumber perwira itu mereka dapatkan dari dari akademi militer dana 80 persen lagi adalah perwira cadangan,” tutup Prabowo mantan Komandan Kopassus itu.
(Cek Kur)














































