Beranda Berita Tanjungpinang Jokowi Geram Belanja APBN dan APBD Banyak Gunakan Barang Impor

Jokowi Geram Belanja APBN dan APBD Banyak Gunakan Barang Impor

Selasa, 24 Mei 2022                                      Penulis: Muhammad Sukur

Ekspresi Presiden Jokowi Geram dan marah

Tanjungpinang l Investigasipos.com –
Presiden Joko Widodo (Jokowi) geram dan mengancam akan mengumumkan Lembaga Negara dan Pemerintah daerah (Pemda) yang tidak punya komitmen berbelanja produk dalam negeri.

Jokowi mencatat belanja dari uang APBN dan APBD selama ini lebih banyak digunakan untuk membeli barang impor alias produk luar negeri padahal barang itu didalam negeri juga ada.

Untuk itu Jokowi berencana akan membeberkan data-data tersebut pada September atau Oktober mendatang. Karena itu dia meminta Lembaga Negara dan juga Pemda untuk memperbanyak berbelanja di dalam negeri.

“Saya paparkan semuanya nanti, mana yang memiliki komitmen terhadap bangsa dan negara untuk membeli produk dalam negeri dan mana yang tidak,” ujarnya dikutip dari Fajar.co.id. pada acara Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia di Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta (24/5/22).

Selain itu Presiden Jokowi menegaskan bahwa belanja barang dan jasa ratusan triliun rupiah dapat bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi di dalam negeri,
terlebih APBN kita tahun ini sebesar Rp2.714 triliun dan APBD Rp1.197 triliun.

Selaku Kepala Negara dia juga meminta para pejabat memiliki kepekaan terhadap krisis ekonomi yang kita hadapi saat ini. Menurutnya hal itu bisa dilakukan dengan membelanjakan anggaran untuk membeli produk dalam negeri.

“Ini uang rakyat. APBN, APBD, di BUMN ini uang rakyat. Jangan toh kita belikan barang-barang impor. Keliru besar kalau kita melakukan itu,” ucap Jokowi seiring memerintahkan para Kepala daerah dan Lembaga negara berhenti membeli barang impor.

Jokowi menyebut saat ini sudah ada komitmennya mencapai Rp 802 Triliun. Dan ini untuk Pemda, Kementerian dan Lembaga Negara. Sedangkan BUMN komitmennya sebesar Rp 296 Triliun.

“ltu baru komintmen, kita perlukan adalah realisasi. Karena realisasinya masih di bawah 10 persen. Masih Rp 110,2 triliun. Untuk itu nantinya kita tau komitmen berapa dan mana saja yang sudah terealisasi, ini sangat mudah dan kita bisa ikuti secara harian,” tuturnya.

Sebanyak 107 pemda, kata Jokowi, serapannya masih 5 persen. Bahkan ada 17 pemda hingga saat ini belum ada realisasi sama sekali. Sebetulnya mau saya tayangin, tapi nantilah dibulan September saja.

‘Nih kementerian A, Pemda B, Lembaga C, nanti akan saya tunjukkan semua biar kapok. Ini saya masih sabar menunggu dulu, tapi nanti September dan Oktober kita ketemu lagi, saya tayangkan semuanya,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here