Beranda Berita Tanjungpinang Kurang Pengawasan Bea Cukai, Rokok Ilegal ‘HD’ dll Bebas Beredar

Kurang Pengawasan Bea Cukai, Rokok Ilegal ‘HD’ dll Bebas Beredar

Gambar Rokok Ilegal Merek ‘HD’ 

Sabtu, 17 Juli 2021

Investigasipos.com | Tanjungpinang – Peredaran bebas rokok ilegal Tanpa Pita Cukai di Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan dipertanyakan sejumlah masyarakat.

Mereka menilai maraknya peredaran rokok-rokok ilegal tersebut disebabkan, kurangnya pengawasan pihak penegak hukum khususnya Bea Cukai.

“Bea Cukai harus lebih ketat melakukan pengawasan terhadap barang-barang yang masuk dari Batam ke Tanjungpinang dan Bintan,” kata Awang (nama samaran) kepada media ini.

Dikatakannya, banyak rokok-rokok Non Cukai beredar bebas yang di jual para pedagang, harganya juga jauh lebih murah dari rokok-rokok resmi.

Adapun salah satunya rokok bermerek “HD” Produksi PT Adhi Mukti Persada, dijual dengan harga Rp 8000,- per bungkusnya dan sangat laris dipasaran.

Selain itu ada juga rokok merek ‘Luffman’ yang dijual hampir sama harganya dengan rokok ‘HD’ yaitu Rp 8.000,- per bungkusnya.

Lalu ada pula Rokok merek ‘Rexo’ yang dijual dengan harga Rp 17000,- per bungkus, rokok ‘H Mind’ dijual Rp 11.000,- hingga Rp 13.000,- perbungkus serta rokok ilegal lainya

Saat ini rokok-rokok ilegal ini semakin laris, hal ini dikarenakan harga rokok resmi seperti Sampoerna, Gudang Garam, LA Light dan Djarum naik.

“Kami disini hanya menjual saja pak, jika rokok ini ilegal kami tak paham. Kalau tak bisa dijual kenapa banyak dan bebas beredar,” kata Alai (nama samaran) pedagang penjual rokok

Sebelumnya, Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman, menyoroti maraknya peredaran rokok ilegal di Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan.

Bahkan, Pegiat Anti Korupsi keturunan Jawa ini menduga ada oknum yang terlibat, membackup peredaran rokok ilegal tersebut.

“Kuat dugaan adanya backing. Karena hal ini sudah berlangsung lama. Menjualnya jua secara terang-terangan tanpa takut kena razia,” kata Boyamin dirilis dari salah satu media Minggu (25/4) malam.

Karena sudah merugikan negara, Bonyanin minta pihak berwenang melakukan razia dan menangkap pedagang besar atau produsennya untuk diproses tindak pidana berdasar UU Cukai.

“Saya minta kepada pihak berwenang untuk melakukan razia dan menangkap pedagang besar atau produsenya,” pungkas Bonyamin.

Hingga berita ini dimuat, awak media ini belum berhasil mengkonfirmasi pihak Bea Cukai guna klariikasi terkait permasalahan ini. (Sukur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here