Beranda Berita Bintan Terasa Dizholimi, Ini Sumpah Petani Bagi Pelaku

Terasa Dizholimi, Ini Sumpah Petani Bagi Pelaku

Video Emak-emak Melintasi Jalan Yg Ditutup Preman Suruhan BMW

Jumat, 16 Juli 2021

Investigasipos.com | BINTAN – Sungguh malang nasib warga petani di Lome dan Malang rapat, satu persatu disomasi dan di perkarakan oleh pihak perusahan.

Bermacam modus tindakan pidana pun dilakukan mulai dari pelaporan tuduhan pembakaran hutan hingga mensomasi petani karena dianggap telah menyerobot lahan Perusahaan selama ini.

Salahsatunya dialami Roshin warga Lome Desa Toapaya Kecamatan Toapaya Utara. Disomasi karena dianggap telah menyerobot lahan yang diklaem milik PT BMW.

Selanjutnya Pak Sudarsono, warga Pulau Pucung Desa Malang Rapat, Kecamatan Gunung Kijang. Dia juga disomasi dengan perkara yang hampir sama dengan Roshin.oleh Pengacara yang diduga bekerja di Perusahaan anak dari PT BMW.

Poto video Kebun Petani Dirusak Hantu, Diduga Suruhan Peeusahaan

Berbeda pula dengan Mbah Agus, orang tua yang bertani di Lome. Dia ditahan lantaran dituduh telah melakukan pembakaran hutan, Ironisnya hutan yang dilaporkan dibakar itu merupakan perkarangan kecil lahan kebun yang dikelolanya sekian lama.

Saat ini seorang Mbah Agus (orang tua renta red) sedang mendekam dijeruji besi, tahanan kejaksaan negeri (Kejari) Bintan untuk proses lanjutan, sedankan saat ini dirinya sedang mati-matian berjuang untuk mengembalikan tanah negara yang sudah ditelantarkan Perudahaan.

“Saya memohon kepada penegak hukum dimana saja berada, khususnya di Kepri agar dapat membantu kami melawan pihak Perusahaan yang diduga dalang dibalik kejadian yang menimpa warga petani dan suami saya,” ucap Istri Mbah Agus.

Dia juga meminta agar negara hadir untuk membantu rakyat menegakkan keadilan, melawan para mafia tanah yang diduga telah dibekingi oleh oknum-oknum penegak hukum yang nakal.

Kepada Bapak-bapak penegak hukum yang berhati baik, mohon bantu kami melawan Bos Mafia Tanah. “Kami merasa dizholimi, diduga pihak Perusahaan sudah membayar oknum penegak hukum untuk mngkriminalisasikan kami para petani,” tutur Istri Mbah agus.

Poto Pondok Petani yang Dirusak Hantu, Diduga Suruhan Peeusahaan

Kami tak ingin warga lain yang bertani di Lome dan Malang Rapat bernasip serupa seperti kami. Pondok dirobohkan dan dilemparin batu-batuan, tanaman dicabut dan ditebang, akses jalan ditutup, bahkan suami saya dituduh dengan tuduhan sudah membakar hutan, sementara hutan yang dimaksud adalah perkarangan kecil kebun saya yang dikelilingi tanaman.

“Sebagai orang yang sudah dianiaya kami bersumpah mendoakan siapa saja bagi yang ikut terlibat dalam pengkriminalisasian kami dengan merobohkan pondok-pondok kami, merusak dan menebas tanaman kami dan lain-lain agar di timpa bala musibah yang luar biasa serta dipendekkan Allah umurnya,” Sumpah sejumlah petani.

Kepada Negara, petani berharap  secepatnya mengambil alih tanah yang sudah +- 25 tahun di terlantarkan oleh Perusahaan, Ini dilakukan agar dapat dikelola oleh rakyat untuk kesejahteraan perekonomian khususnya pada program Swasembada pangan.

Pengambil alihan tanah terlantar itu berdasarkan Undang-Undang agreria No 5 tahun 1960, pasal, 30, 34 dan 40, “Hapus hak antara lain karena sudah diterlantarkan, Serta Pepres no 11 tahun 2010, Tentang Penertiban dan Pendayagunaan Tanah Terlantar demi untuk Kemakmuran Rakyat yang sebesar-besarnya di NKRI.

Hingga berita ini dimuat, awak media ini belum berhasil menghubungi pihak Perusahaan terkait guna Konfirmasi dan Klarifikasi. (Sukur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here