Otoritas Medis China Akui, Obat Flu Favipiravir Alias Avigan Buatan Jepang. Efektif Sembuhkan Penderita Corona

Otoritas Medis China Akui, Obat Flu Favipiravir Alias Avigan Buatan Jepang. Efektif Sembuhkan Penderita Corona

Jumat, 20 Maret 2020, 19.00 wib/ INews/ Editor: Muhamad Sukur

Investigasipos.com. Otoritas medis China mengakui Obat Flu buatan Jepang, “Favipiravir” atau di kenal dengan nama lain “Avigan”, efektif menyembuhkan penderita Corona.

Pejabat kementerian sains dan teknologi China, Zhang Xinmin mengatakan. Obat yang dikembangkan oleh cabang perusahaan Fujifilm (Fujifilm Toyama Chemical) itu telah diuji klinis terhadap 340 pasien Corona di Kota Wuhan dan Shenzen, hasilnya memuaskan seperti dikutip dr NHK, Jumat (20/03/2020),

“Ini memiliki tingkat keamanan tinggi dan jelas efektif untuk perawatan,” kata Zhang, seperti dilaporkan kembali The Guardian.

Hasil tes terhadap pasien positif Corona yang diberi favipiravir di Shenzhen, lanjut dia, berubah menjadi negatif setelah 4 hari. Sementara pasien terinfeksi yang tak diberi obat membutuhkan waktu rata-rata 11 hari sehingga menjadi negatif.

Selain itu, hasil pemeriksaan sinar-x mengonfirmasi peningkatan kondisi paru-paru terhadap sekitar 91 persen pasien pengguna favipiravir, dibandingkan dengan 62 persen mereka yang tidak menggunakan obat.

Meski demikian, Fujifilm Toyama Chemical menolak mengomentari pernyataan Zhang soal obat yang dibuat pada 2014 itu.

Pernyataan Zhang berdampak besar bagi perusahaan. Saham Fujifilm menguat pada Rabu atau sehari setelah komentar Zhang disampaikan ke media, yakni ditutup naik 14,7 persen menjadi 5.207 yen pada sesi pagi.

Dokter di Jepang juga menggunakan obat yang sama dalam studi klinis terhadap pasien dengan gejala Covid-19 ringan hingga sedang. Mereka berharap obat tersebut bisa mencegah perkembangbiakan virus pada pasien.

Namun sumber di Kementerian Kesehatan Jepang mengatakan, obat ini tidak efektif digunakan pada orang dengan gejala parah.

“Kami telah memberi Avigan kepada 70 hingga 80 orang, tapi tampaknya tidak berfungsi dengan baik ketika virus sudah berlipat ganda,” kata sumber, kepada surat kabar Mainichi Shimbun.

Pada 2016, Pemerintah Jepang pernah memasok favipiravir sebagai bantuan darurat untuk menghadapi wabah virus Ebola di Guinea.

Recommended For You

Redaksi

About the Author: Redaksi

Media Investigasi Groups. Powered by Perwinsus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *