Beranda Nasional Pastikan Telaah Hasil Temuan Pada Dua Proyek Jalan FTZ Tanjung Mocco, Kennedy...

Pastikan Telaah Hasil Temuan Pada Dua Proyek Jalan FTZ Tanjung Mocco, Kennedy Gandeng Tim Ahli ‘UI’

Pastikan Telaah Hasil Temuan Pada Dua Proyek Jalan FTZ Tanjung Mocco, Kennedy Gandeng Tim Ahli ‘UI’

Selasa, 02 September 2021

Investigasipos.com | KEPRI – Ketua Lembaga Komando Pemberantasan Korupsi (Lembaga KPK) Kepri, Kennedy Sihombing berencana akan menggandeng Tim Ahli dari Universitas Indonesia (UI) untuk melakukan penelaahan atas temuan dugaan kecurangan pada 2 proyek pembangunan jalan FTZ BP Kawasan di Tanjung Mocco, Kota Tanjungpinang.

Pernyataan tersebut dikatakan Kennedy, usai mendengarkan hasil rekaman klarifikasi Rodi, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada dua proyek pembangunan jalan FTZ, BP Kawasan di Tanjungpinang.

‘Kita terima klarifikasi ataupun bantahan dari saudara Rodi (PPK-red) meski berbeda tafsir. Namun, kita ingin pihak BP kawasan dapat terbuka dan bersedia menunjukkan isi draf pekerjaan tersebut agar bisa ditelaah,” ucap Kennedy di kantornya, Sabtu (2/10).

Ia menuturkan, pihaknya (Lembaga KPK Kepri-red) akan meminta bantuan dari ahli untuk melakukan penelaahan terhadap draf proyek tersebut.

Kennedy saat mengukur lebar ruas jalan setelah di Aspal

“Kita sudah menghubungi Dr. Lin Yola, ST MSc Arsitek, salah satu tim ahli dari UI. Kita akan berkonsultasi dengan beliau dan kita minta bantuan melakukan penelaahan terhadap draf proyek tersebut,” tuturnya.

“Dan jika dari hasil penelaahan ahli pada 2 proyek itu nantinya terbukti ada masalah, maka kita tidak akan segan-segan melaporkan si PPK dan Kontraktor atas dugaan kecurangan,” tandasnya lagi.

Sebelumnya, melalui media ini Rodi, pegawai dinas PUPR Provinsi Kepri yang juga sebagai PPK pada 2 proyek tersebut membantah tudingan adanya kecurangan dalam pelaksanaan pekerjaan proyek tersebut.

“Apa yang disampaikan melalui media ini terkait temuan indikasi adanya kecurangan pada pekerjaan proyek Jalan FTZ BP Kawasan di Tanjung Mocco itu tidak lah benar. Semuanya menurut kami sudah sesuai bestek,” ungkap Rodi.

Kennedy saat mengukur ketebalan aspal setelah di Aspal

Sedangkan untuk Batu Bes penimbun jalan sebelum diaspal, yang katanya berkualitas rendah, serta ketebalan aspal dan lebar jalan tidak sesuai ukuran, lanjut Rodi, dia anggap tidak benar karena menurutnya semua sudah sesuai bestek.

Kemudian, tambah Rodi, terkait anggapan adanya kecurangan dalam pekerjaan penimbunan tanah pada taman pembatas jalan juga tidak benar, sebab penimbunan tanah untuk taman pembatas jalan itu tidak masuk dalam draf.

“Penimbunan itu dilakukan pihak kontraktor dengan sukarela,” terang Rodi.

Dirilis sebelumnya, pada Jumat 25 September 2021 Tim Lembaga KPK Kepri menilai, dua Proyek Pembangunan Pemeliharaan dan Peningkatan jalan FTZ Kota Tanjungpinang, Kepri di Tanjung Mocco diduga bermasalah.

Kennedy saat mengecek pemadatan Baru Bes sebelum di aspal

Diantaranya, yang pertama adalah Pekerjaan Pembangunan Jalur ke dua menuju Tanjung Mocco (Segmen 1), dengan Nilai Kontrak Rp. 14.150.475.000,00,- sumber dana APBN 2021, dan Penyedia Jasa PT Nusantara Agung Pratama, serta Konsultan Superpvisi CV Vistatama Multi Engineering.

Kedua, Pekerjaan Pembangunan Jalur kedua menuju Tanjung Mocco (Segmen 1) Nilai Kontrak Rp13.701.135,l.000,00,- sumber dana APBN 2021. Penyedia Jasa PT. Asa Jaya Amelia, Konsultan Supervisi PT Multi Firma Riau.

Sementara hasil penelusuran tim media di lapangan, Proyek Pembangunan jalan yang menggunakan dana APBN Tahun 2021 ini diduga tidak sesuai bestek, bahkan diduga sarat kecurangan.

Kennedy saat mengecek pemadatan tanah taman pembatas jalan yang mengunakan tanah Bauksit 

Selain itu, terlihat Batu Bes yang digunakan untuk pengeras jalan sebelum diaspal adalah jenis Batu Bes yang berkualitas rendah golongan C, kotor dan kurang batu. Hingga akibat dari penggunaan Batu Bes yang berkualitas rendah ini jika dibiarkan, maka dikhawatirkan jalan tidak akan bertahan lama dan bila dilintasi truk berkafasitas tinggi akan cepat rusak.

Tidak hanya itu, tim juga menemukan volume pekerjaan yang tidak sesuai. Setelah tim mencoba melakukan pengukuran lebar jalan diduga tidak sesuai Bestek. Dimana semestinya dua jalur jalan lebarnya 8 meter, namun faktanya saat tim melakukan pengukuran lebar jalan hanya 6 meter saja.

Kemudian, ketika diukur dengan seksama ketebalan aspal terlalu tipis, hanya 2 inchi. Padahal, merujuk kepada aturan dan undang-undang tentang jasa konstruksi di Indonesia ketebalan aspal jalan mesti beriukuran lebih kurang 4 inchi. (M.S).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here