Beranda Nasional Indikasi Mafia Tanah, Menjarah Hingga Ke Pemerintahan Bermodus Untuk Kepentingan Rakyat

Indikasi Mafia Tanah, Menjarah Hingga Ke Pemerintahan Bermodus Untuk Kepentingan Rakyat

Indikasi Mafia Tanah, Menjarah Hingga Ke Pemerintahan Bermodus Untuk Kepentingan Rakyat

Opini 0leh: Muhamad Sukur

Perintah tegas Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada para Menteri dan Kapolri untuk menumpas habis oknum mafia tanah sampai ke akar-akarnya tidak menjadi momok bagi para pelaku, khususnya di Kabupaten Bintan (Kepri).

Terhembus isu, pengakuan dari beberapa warga petani bahwa diduga puluhan ribu Hektar Hutan Lindung Negara telah diperjual belikan kepada PT BMW oleh oknum yang katanya Tim Sembilan dengan modus pembebasan lahan.

Lalu, timbul pertanyaan dibenak publik khususnya FKMTI sebagai wadah Pegiat Anti Korupsi yang membela Negara dan membantu Rakyat.

“Siapa saja nama oknum dibalik gelar Tim Sembilan, Apa saja yang menjadi kewengannya, Untuk siapa mereka bekerja dan apa bukti realisasi pekerjaan mereka selama ini tentu menjadi pertanyaan besar yang harus segera diungkap

Dari Hasil Pantauan FKMTI bersama Lembaga KPK Kepri selama berjuang, keberadaan Tim Sembilan terlihat hanya dibelakang layar saja. Namanya dijadikan kekuatan bagi pihak PT BMW untuk menguasai lagan Hutan Lindung Negara, menindas dan mengusir warga petani, khususnya warga yang bertani di Lome Desa Toapaya Utara dan Desa Malang Rapat, Bintan.

Kami (Pegiat Anti Korupsi red) berharap khususnya kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia (RI) dan Polri untuk menindak lanjuti perkara ini, Sangat banyak kerugian yang dialami negara jika kasus ini tidak diproses.

Dari Perhitungan kami (FKMTI red) atas hilangnya puluhan ribu hektar lahan Hutan Lindung yang diduga telah diperjual belikan dengan modus pembebasan lahan, Negara dirugikan hingga Triliyunan Rupiah.

Kemudian untuk kita ketahui, saat ini oknum mafia tanah sudah menjarah hingga ke Pemerintahan. Bermodus dengan usulan pemutihan lahan Hutan Lindung demi kepentingan rakyat padahal diduga hanya untuk kepentingan pribadi dan golongan mereka saja.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here