KEPRI, Investigasipos.com, Sidang Paripurna pemilihan Wakil Gubernur dikantor DPRD Kepri Pulau Dompak, sesama anggota Dewan Kepri saling ngotot dan ribut. Kejadian ini disaksikan langsung masyarakat yang hadir dalam sidang Paripurna tersebut, Kamis, (07/12/17).
Keributan itu bermula, lantaran lamanya proses untuk menentukan siapa orang yang dipilih untuk menjadi wakil Gubernur Kepri Periode 2016 – 2021, yang sudah setahun lebih kosong. Hal ini tentu menjadi tanda tanya publik, sesulit itukah mencari figur Wakil Gubernur Kepri, Apakah ini hanya permainan Politik saja.
Dari hasil konfirmasi awak media ini kepada salah seorang warga yang hadir dalam sidang Paripurna tersebut beliau katakan, Pemilihan Wagub ini bagaikan melelang ikan dipasar. Siapa yang sanggup memborong, dia yang dapat ikannya.
“Pantas saja ribut kalau begitu. Untuk menjadi Wakil Gubernur saja kita harus bisa memborong semua Dewan. Siapa yang sanggup. Kalau begini, pasti pemilihan ini berlarut larut,” ungkap warga yang enggan sebutkan nama itu.
Sementara itu, tangapan pemikiran Pro dan kontra masyarakat telah mewarnai perjalanan panjang Tim Pansus DPRD Kepri. Langkah langkah terobosan tatanan hukum yang dilalui terkesan mengalami benturan, Ironisnya Bukan hanya wakil rakyat di DPRD Kepri saja yang bermanuver, dikalangan publik pun ikut berupaya untuk mempengaruhi Dewan di DPRD Kepri, agar memilih orang yang diusulkan mereka.
Selain itu, penilaian publik dalam proses pemilihan Wagub Kepri ini, terkesan tarik ulur, seakan-akan ada indikasi kepentingan dan titipan dari Pihak lain. Seperti Pelelangan ikan di Pasar saja.Apakahah tidak ada Parpol yang mengusung Calon Wagub Kepri tanpa mahar.
(Cek Kur)
















































