Beranda Berita Lingga Perkara Penganiayaan Anak di Lingga, Korban Khawatir JPU Tuntut Ringan Terdakwa

Perkara Penganiayaan Anak di Lingga, Korban Khawatir JPU Tuntut Ringan Terdakwa

Rabu, 20 Juli 2022
Penulis: Muhammad Sukur

Orang tua Korban dan Korban Penganiayaan anak di dampinggi KPPAD Kabupaten Lingga

Lingga l Investigasipos.com – Kasus perkara korban penganiayaan anak dibawah umur yang di lakukan Kades Pulau Bukit, Kecamatan Katang Bidare, Kabupaten Lingga masuk tahap kedua. Sidang digelar pada Rabu, 27 Juli 2022 mendatang.

Menanggapi hal tersebut, orang tua korban mengaku khawatir jika perkara yang di jalaninya tidak berjalan sesuai harapan, Korban takut jika nantinya pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU) tidak berlaku adil dalam menjatuhkan tuntutan terhadap pelaku.

Untuk itu melalui media ini orang tua korban meminta agar JPU tidak melakukan dugaan praktek kotor yakni dengan menerima suap dari pihak pelaku untuk meringankan tuntutan hukuman bagi terdakwa.

“Kami meminta JPU berlaku adil, tidak melakukan dugaan praktek kotor yakni dengan menerima suap dari pihak pelaku untuk meringankan tuntutan hukuman bagi terdakwa,” ucap Emi (Ibu Korban red) kepada media ini.

Selain itu Emi juga meminta partisipasi dan dukungan dari semua pihak untuk ikut bersama memantau jalannya persidangan, mengingat kasus seperti ini rentan dan kerap kali terjadi di pulau-pulau terpencil, namun jarang sekali tersentuh hukum.

Sudah semestinya kasus penganiayaan anak oleh kades pulau Bukit ini menjadikan pembelajaran buat kita semua terutama bagi masyarakat yang berada dipulau-pulau terpencil khususnya yang ada di Kabupaten Lingga.

“Masyarakat yang berada dipulau-pulau terpencil khususnya di Kabupaten Lingga harus tau, menganiaya anak dibawah umur itu salah dan bisa dilaporkan kekantor polisi,” tutup Emi mengingatkan.

Sebelumnya diberitakan, Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Kabupaten Lingga memberikan apresiasi kepada penegak hukum, karena menuntaskan kasus kekerasan terhadap anak di bawah umur.

Ketua KPPAD Kabupaten Lingga Encek Afrizal mengatakan, saat ini korban dari kasus penganiayaan tersebut mendapatkan pendampingan dari Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Anak Kabupaten Lingga.

Afrizal pun berharap dengan ditingkatkannya kasus penganiayaan ini hingga ke persidangan, kasus serupa tidak terulang kembali, apalagi yang melakukannya adalah orang terdekat dengan anak dan juga sebagai pengayom masyarakat,” tuturnya.

Saat ini sesuai Peraturan Presiden kasus kekerasan terhadap anak mendapat atensi khusus dari pemerintah, sehingga pelaku bisa saja di hukum berat,” pungkasnya.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here