Beranda Berita Tanjungpinang Polemik Bantuan CSR BI. Gara-gara Enggan Merespon Pertanyaan dan Masukan, Walikota Rahma...

Polemik Bantuan CSR BI. Gara-gara Enggan Merespon Pertanyaan dan Masukan, Walikota Rahma Dicibir Warganya

Ilustrasi Poto Melayu Square menjadi Partai  Square

Minggu, 07 Maret 2021

Investigasipos.com | Tanjungpinang – Sikap diam Walikota, Rahma yang enggan merespon pertanyaan dan masukan dari warganya, terkait Polemik Bantuan CSR Bank Indonesia (BI) berupa Stand Kuliner
yang dianggap tidak sesuai dengan begronnya “Melayu Square” menuai cibiran negatif di masyarakat.

Warga pun menilai sikap diamnya Walikota Tanjungpinang, Rahma diartikan sebagai sikap seorang pemimpin yang sombong, anti keritik, kurang respon menerima segala masukan dan saran-saran dari warganya.

“Katanya mau bersama-sama membangun Kota Tanjungpinang kedepan yang lebih baik, nyata nya baru ditanya warganya sedikit saja tidak mau merespon,” Ucap Jali menanggapi cibiran warga pada Walikota Rahma. Minggu (07/03).

“Ada lagi Juki (34 tahun) warga Sungai Ladi, Kampung Bugis, yang tidak terima dengan cibiran sejumlah masyarakat yang beranggapan sikap diamnya rahma diartikan sombong dan anti keritik.

“Jangan gara-gara Bantuan CSR BI berupa Stand Kuliner yang diusulkan BUMD tidak pas dengan begronnya “Melayu Square” lalu kesalahan itu mau dilemparkan ke Walikota. Mungkin saja Ibu Rahma tidak tau sebelumnya,” tegas Juki.

Sampai berita ini dimuat, pengaduan kekecewaan dan klarifikasi positif dari masyarakat terkait Polemik Bantuan CSR Bank Indonesia (BI) yang digagas BUMD Kota Tanjungpinang masih masuk ke redaksi Investigasipos.com.
Sumber pun meminta agar berita yang disajikan lewat media ini bisa berimbang.

Sebelumnya diberitakan, bantuan CSR yang disalurkan BANK INDONESIA (BI) melalui BUMD Kota Tanjungpinang ke para pedagang Melayu Square, Tepi Laut disentil sejumlah warga (anak tempatan red), Kamis (05/03/2021).

Mereka menilai, Bantuan CSR BI berupa Stand Kuliner mirip Kontainer kaleng itu tidak pas.
Karena tidak dibuat bercorak ciri khas kemelayuan, tentu bertolak belakang dengan Kearifan Lokal

“Sayang sekali bantuan CSR BI berupa Stand Kuliner mirip konteiner kaleng itu tidak mengedepankan kearifan lokal,” ucap Said Ahmad Syukri saat berbual bersama sejumlah anak tempatan (04/03) kemarin.

Menurut Said, alangkah baiknya BUMD sebelum memutuskan motif bantuan Stand kuliner CSR BI ke para pedagang Melayu Square, terlebih dahulu berkordisai dengan Walikota atau setidak melibatkan tokoh Lembaga Adat Melayu (LAM) agar terkesan elok.

“Katenye stand itu dibuat sebagai daya tarik bagi Wisata, untuk mengenalkan tempat pasar kuliner Melayu Square. Tapi Stand yang dibuatkan kok tak ade ciri khas melayu nye,” sentil Said Ahmad Syukri alias SAS Joni.

Ada lagi Imran (42 tahun), warga tempatan. Kepada Walikota Rahma dia berpesan, Jika ingin menunjuk Pejabat carilah orang-orang yang mengerti dan betul-betul mampu untuk memajukan daerah, terutama memperhatikan kearifan lokal sebagai acuan pembangun kota.

Setiap Pembangunan hendaknya kedepankan dulu bentuk dan ciri khas suatu negeri, Karena semua itu ada regulasinnya,” tutup Imran.

Terpisah, menanggapi centilan warga tersebut, Direktur BUMD Fahmi kepada Investigasipos.com mengatakan, “Terkait bantuan Stand Kuliner kepedagang, kami (BUMD red) hanya sebagai penyalur bantuan BI saja.

Untuk pemesanan dan pembuatan Stand Kuliner berupa Kontainer, BI langsung yang berurusan dengan pembuatnya,” ujar Fahmi melalui pesan singkat di WA.

Fahmi juga tidak menepis untuk Pembuatan Stand Kuliner itu memang BUMD yang meminta dana CSR ke BI, tapi disebalik tu pihak BI yang menginginkan pembuatan langsung ke pihak UMKM.

“BUMD tak ikut campur tentang pembuatan Stand itu, kami hanya menerima pemanfaatan conteneir ke pedagang,” aku Pahmi.

Dalam kesempatan yang berbeda, saat dikonfirmasi media ini atas sentilan warga terkait bantuan Stand Kuliner yang dianggap tidak pas karena tidak bermotifkan ciri khas melayu malah dikatakan mirip seperti Pos partai politik tertentu, Ketua LAM Kota Tanjungpinang, engan berkomentar

Terakhir dia katakan, tak perlu lah kite ribut-ribut segale masukan memang perlu bagi pemerintah. untuk itu marilah kita dudukan persoalan ini agar nanti setelah duduk dan tukar pendapat kite bise menjadi paham, Tutur Ketua LAM.

Sampai berita ini dimuat, konfirmasi yang diajukan media ini melalui WA, belum juga dibalas Walikora Rahma. (Wak Kur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here