Tips Pencegah Penularan Virus Corona dari Ka Dinkes Prov Kepri
Reporter: Lani Diana Wijaya/ Editor: M. Andriansyah
Investigasipos.com. KEPRI – Untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona, Dinas Kesehatan Provinsi Kepri mengimbau warga untuk menerapkan perilaku hidup sehat. Salah satunya dengan menutup hidung dan mulut ketika batuk.
Tujuannya agar bakteri penyebab novel coronavirus (nCoV) tidak menyebar ke udara bebas lalu menular “Ini secara umum kalau kita batuk maka kita harus terapkan etika batuk. Etika batuk itu kala batuk tutup mulut pakai tisu,” kata Kepala Dinkes Kepri, Tjetjep Yudiana, Jumat, 24 Januari 2020.
Menurut Tjetjep tisu harus dibuang. Jangan lupa mencuci tangan setelah bersin atau batuk dengan sabun selama 20 detik lalu bilas menggunakan air mengalir. Alternatif lain cuci tangan dengan memakai pembersih tangan atau tisu basah yang mengandung alkohol 70-80 persen.
Baca juga : Waspada Virus Corona, Bobby Jayanto Minta. Perketat Penjagaan Turis Masuk ke Kepri
“Minimal ada lima waktu cuci tangan sebelum memegang atau mengolah makanan, sebelum dan sesudah makan, sesudah buang air , kemudian satu lagi sesudah merawat pasien atau kontak dengan orang sakit,” terangnya.
Tak cuma itu, warga disarankan menggunakan masker. Khususnya bagi mereka yang diduga terinfeksi virus corona. “Kalau sakit harus pakai masker ijo sebenarnya karena dia bisa mencegah bakteri atau virus yang di saluran napas kita untuk keluar.
nCoV, Virus yang menyebabkan gangguan pernapasan dan demam ini, ditengarai berasal dari Kota Wuhan, Cina. Pemerintah Cina telah mengambil langkah darurat, terkait penyebaran virus ini. Salah satunya menutup akses keluar dan masuk bagi penduduk yang berada di Wuhan.
Baca juga : Penyelidikan Epidemiologi Dugaan Kasus Pneumonia di Bintan Argo Hotel
Sebelumnya, beredar informasi bahwa Pada 20 Januari 2020, Rumah Sakit Umum Daerah, Kijang (Bintan). menerima pasien dugaan terjangkit pneumonia virus coronavirus (nCoV) dari Wuhan, Provinsi Hubei, Cina.
Namun setelah dilakukannya pemeriksaan data hasil anamnesa suhu tubuh kasus I 36,8 °C dan hasil lab leokosit 3.950. Kasus II suhu 37,8 °C dan leukosit 4.500 serta hasil Penyelidikan Epidemiologi.
Penderita dilaporkan tidak pernah mengunjungi pasar segar lokal di Wuhan tempat outbreak pada tanggal 05 Januari 2020.
Baca juga : Singapura Nyatakan Terima Kasus Pertama Virus Korona
Tidak punya riwayat kontak dengan hewan, tidak mengkonsumsi makanan dan minuman yang tidak dimasak, tidak mengkonsumsi daging (vegetarian), dan tidak merokok.
Pada tanggal 21 Januari 2020 pada saat tim PE turun, suhu tubuh penderita kasus I 36,10C dan Kasus II 360C . Hasil Rotgen menunjukkan pasien tidak ada gambaran pneumonia.
Saat ini, pasien dalam kondisi stabil dan kembali ke hotel Bintan Agro Resort. Puskemas Kawal melakukan pemantauan selanjutnya,” jelas Kepala Kantor Karantina Pelabuhan (KKP) Kls II ini saat itu.















































