Beranda Kepri Aktivis Lingkungan Tunggu Regulasi Perintah Presiden Stop Ekspor Bauksit Tahun 2022

Aktivis Lingkungan Tunggu Regulasi Perintah Presiden Stop Ekspor Bauksit Tahun 2022

Aktivis Lingkungan Tunggu Regulasi Perintah Presiden Stop Ekspor Bauksit Tahun 2022

Minggu, 26 December 2021

Investigasipos.com l Kepri – Pernyataan keras Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang memerintahkan menyetop ekspor bauksit pada tahun 2022 mendatang ditunggu banyak pihak, terutama para aktivis pegiat lingkungan.

Tinggal beberapa hari lagi memasuki tahun 2022, namun belum tampak kepastiannya. Apakah sudah ada regulasi resmi untuk rencana aturan kebijakan penghentian ekspor bauksit pada 2022 ini.

“Jika Presiden Joko Widodo meminta larangan ekspor bauksit dipercepat, artinya harus ada regulasi aturan yang menyatakan bahwa larangan ekspor bauksit berlaku mulai tahun 2022 mendatang,” Ucap Irfan salah Seorang Pegiat Anti Korupsi di Kepri.

Menurut irfan larangan Jokowi itu harus segera dibuktikan untuk mengetahui sudah sejauh mana progresnya. Apakah regulasi ini benar-benar telah disusun atau hanya sebatas ucapan kosong Presiden Joko Widodo.

Sementara itu dirangkum dari pengakuan Ditjen Minerba Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bahwa sampai saat ini regulasi untuk melarang ekspor bauksit mulai Tahun 2022 mendatang belum ada. Pihaknya pun masih mengkaji terkait kebijakan ini ke depannya.

“Sampai saat ini pemegang regulasi belum ada, regulasi untuk melarang ekspor bauksit, sedang kita kaji untuk kebijakan ke depannya,” ungkapnya saat konferensi Pers, Selasa (21/12/2021).

Permintaan larangan ekspor bauksit oleh Presiden, sempat beberapa kali dilontarkan. Menurutnya, ini perlu dilakukan agar Indonesia tidak lagi menjual bahan mentah melainkan harus melalui proses pengolahan dan pemurnian di dalam negeri.

Dengan demikian, negara dan rakyat akan mendapatkan keuntungan lebih besar dibandingkan hanya menjual bahan mentah,” ungkap Presiden Jokowi pada awal Desember 2021 lalu.

Presiden juga menegaskan transformasi ekonomi tidak boleh berhenti, reformasi struktural tidak boleh berhenti, karena ini basic setelah memiliki infrastruktur.

Tidak boleh lagi yang namanya ekspor bahan-bahan mentah, raw material, ini stop, udah stop, mulai dari nikel, mungkin tahun depan itung-itungan stop ekspor bauksit, tahun depannya lagi bisa stop tembaga, tahun depan lagi stop timah,” tuturnya pada Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2021, Rabu (24/11). (Sukur).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here