Presiden Gelar Ratas Sengketa Lahan di Sumut, Anggota DPR RI dan Ketua DPRD Sergai Periksa HGU PT SRA Kotarih

Presiden Gelar Ratas Sengketa Lahan di Sumut, Anggota DPR RI dan Ketua DPRD Sergai  Periksa HGU PT SRA Kotarih

Selasa, 10 Maret 2020, 10.50 wib
Kontributor: Leodepari/ Editor: M. Sukur

Investigasipos.com, Sergai (SUMUT). Konflik berkepanjangan antara PT Sri Rahayu Agung (SRA) dengan Masyarakat Adat Kotarih atas lahan tanah adat ulayat raja kotarih yang di kuasai PT SRA akhirnya di respon oleh Ketua DPRD Serdang Bedagai,
Dr Risky Ramadhan, bersama anggota Komisi III DPR RI, M Husni.

Saat melakukan kunjungan kerja meninjau jalan yang di portal PT SRA, Dr Risky Ramadhan bersama rombongan sangat terkejut karena mendapat perlakukan yang tidak sopan dari petugas security PT Sri Rahayu Agung (SRA) di Desa Kotarih Baru, Kecamatan Kotarih, Sergai.

Anggota komisi III DPR RI, M Husni, juga sempat heran dengan sambutan PT SRA yang terkesan kebal hukum. M Husni pun mengatakan akan meninjau kembali hak guna usaha (HGU) dari PT SRA tersebut, kalau memang HGU sudah habis maka tanah adat ulayat raja kotarih adalah hak masyarakat adat.

“Apa yang sudah menjadi hak masyarakat akan dikembalikan ke masyarakat, jika tidak diindahkan, maka kt akan lihat aspek hukumnya, kita tidak peduli siapapun pemilik perusahaan ini, hak masyarakat harus dikembalikan,” papar M Husni.

Anggota Komisi III DPR RI M Husni juga meninjau jalan masyarakat yang sejak lama ditutup dengan portal oleh perkebunan swasta PT Sri Rahayu Agung (SRA) di Desa Kotarih Baru Kecamatan Kotarih, Kabupaten Serdang Bedagai, Selasa (10/03/2020).

“lho, ini kan jalan umum, kenapa ditutup? Dampaknya tentu sangat merugikan masyarakat,” ungkap Husni dengan nada kesal saat didampingi ketua DPRD Sergai Dr Riski Ramadhan Hasibuan dan sejumlah OPD Pemkab Sergai

Menurut politisi ini, kehadirannya ke lokasi tersebut adalah atas laporan masyarakat petani yang resah karena tidak bisa melewati jalan tersebut untuk mengeluarkan hasil pertaniannya. Masyarakat pun terpaksa mencari jalan alternatif yang jaraknya sangat jauh dengan medan yang sulit.

M Husni mengungkapkan, bahwa dalam waktu dekat pihaknya akan meninjau ulang HGU perusahaan baik terkait luas, peruntukan lahan serta hal lainnya. Jika saja pihak perusahaan tidak juga membuka portal ini dlm waktu dekat,” ucapnya.

Ketua DPRD Sergai, Risky Ramadhan Hasibuan menjelaskan, kehadiran mereka atas laporan warga terkait jalan yang diportal oleh PT SRA dan dugaan HGU PT SRA yang sudah habis, Menurutnya, DPRD akan menyurati PT SRA, mengingat ada banyak jalan yang menjadi akses transportasi masyarakat yg diportal perusahaan.

Sementara, Nurman Purba (56) warga setempat didampingi ratusan warga lainnya berharap kepada anggota DPR RI dan DPRD Sergai dapat menyelesaikan permasalahan tersebut. “Sepertinya masyarakat di sini belum merasa merdeka. Tanah adat ulayat raja kotarih di kuasai sepihak oleh PT,” ungkap warga.

Narman Purba menambahkan, HGU PT Sri Rahayu Agung (SRA) sudah habis sejak tahun 2013 sampai hari ini masih menguasai sepihak tanah adat ulayat raja kotarih seluas 2092.92.Ha. kami masyarakat adat raja kotarih menuntut tanah adat ulayat kami segera di kembalikan.

“Apabila PT Sri Rahayu Agung tidak segera hengkang dari tanah adat ulayat kami, maka kami masyarakat adat raja kotarih akan mengusir kalian dan mengambil paksa tanah adat ulayat raja kotarih yang secara syah milik kami hak keturunan masyarakat adat kotarih” Tegasnya.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) sore ini di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (11/3/2020) menggelar rapat terbatas dengan para menterinya. Menariknya ratas kedua kali ini khusus hanya untuk membahas percepatan penyelesaian permasalahan pertanahan di Sumatera Utara (Sumut).

Selain dihadiri para menteri, ratas ini juga dihadiri oleh Gubernur Sumut dan beberapa walikota yang ada di Sumut. Jokowi turun tangan langsung lantaran permasalahan sengketa lahan yang terjadi sudah berlarut-larut.

“Laporan yang saya terima dari Gubernur Sumut, masalah pertanahan di provinsi Sumut yang membutuhkan putusan yang cepat agar tidak berlarut-larut,” tutur Presiden Jokowi.

Recommended For You

Redaksi

About the Author: Redaksi

Media Investigasi Groups. Powered by Perwinsus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *