Beranda Kepri Presiden Perlu Tau Kunjungan Wamen ATR/BPN Ke Kepri Tak Untungkan Petani di...

Presiden Perlu Tau Kunjungan Wamen ATR/BPN Ke Kepri Tak Untungkan Petani di Lome

Pegiat Anti Korupsi, Kennedy Sh dan Irfan Antontrik ST

Rabu, 01 September 2021

Investigasipos.com | KEPRI – Masyarakat petani di Lome Kabupaten Bintan yang sedang mengalami konflik permasalahan Tanah/ lahan mengaku Kunker Wamen ATR/BPN, Surya Tjhandra dan rombongan tidak menguntungkan hanya menghabiskan uang rakyat saja.

Pasalnya dari schedule kunjungan Wamen ke Kabupaten Bintan tidak sama sekali menyentuh kepada kepentingan petani padahal saat ini masih dalam momen suasana Peringatan Hari Tani Nasional.

Hal senada juga disampaikan sejumlah Pegiat Anti Korupsi yang memang sudah menanti jauh kedatangan Wamen diantaranya, Lembaga Komando Pemberantas Korupsi (Lembaga KPK) Kepri, FKMTI Pinang-Bintan dan Organisasi Petani.

“Kami menyanyangkan kedatangan Wamen ATR/BPN dan rombongan ke Kepri tidak menyentuh pada persoalan persengketaan tanah Negara yang dihadapi Petani di Pulau Bintan.

Bahkan kami menduga Kunker Wamen ATR/BPN dijadikan sarana alih fungsi Hutan Lindung Negara kepada pihak PT BMW secara ilegal yang berpotensi Korupsi berupa suap,” tegas Irfan Sekretaris FKMTI Pinang-Bintan.

Selain itu Pegiat Anti Korupsi ini berharap agar KPK mengontrol dan mengawasi ketat setiap tahapan proses alih fungsi Hutan Lindung Negara di Pulau Bintan ini, sebab kasus alih fungsi Hutan Lindung sebelumnya sudah pernah terjadi pada 2008 lalu yang mana hingga saat ini dalangnya masih belum terungkap,” tambahnya.

Bukan itu saja, Ketua Lembaga KPK Kepri, Kennedi Sihombing juga menyampaikan kekecewaannya kepada Kunker Wamen yang tidak tepat sasaran, sama sekali tidak bersentuhan dengan momen Hari Tani Nadional.

Pak Wamen dan rombongan perlu tau, saat ini para warga yang bertani di Lome Desa Toapaya Utara Kecamatan Toapaya dan Desa Malang Rapat Kecamatan Gunung Kijang, Kabupaten Bintan sedang mengalami masalah konflik sengketa lahan.

Dimana saat ini para warga yang bertani di lokasi tersebut telah mengalami intimidasi, perusakan pondok dan tanaman hingga berujung kepada pengkriminalisasian sejumlah warga petani.

Saat ini Petani sedang mengalami permasalahan konplik pertanahan dengan pihak PT BMW yang diduga telah mengkleam Hutan Lindung Negara masuk kedalam HGB miliknya.

“Lapor Pak Presiden Kunjungan kerja Wamen ATR/BPN dan rombongan ke Kepri tidak bermanfaat , khusus bagi warga yang bertani di lome pulau Bintan yang saat ini sedang tertindas akibat konplik tanah/lahan,” pungkas Kennedy Sihombing. (Sukur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here