Beranda Kepri Syarat Bagi Wisman yang Ingin ke Kepri dan Bali

Syarat Bagi Wisman yang Ingin ke Kepri dan Bali

Syarat Bagi Wisman yang Ingin ke Kepri dan Bali

Selasa, 19 Oktober 2021

Investigasipos.com | Kepri –
PT Angkasa Pura I (Persero) mengumumkan persyaratan bagi wisatawan mancanegara (wisman) yang ingin berkunjung ke Indonesia, khususnya di Kepulauan Riau dan Bali.

Syarat-syarat itu Berdasarkan Surat Edaran Kementerian Perhubungan Nomor 85 Tahun 2021 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Internasional dengan Transportasi Udara Pada Masa Pandemi Covid-19.

Untuk Syarat tersebut akan diberlakukan pada Bandara I Gusti Ngurah Rai- Bali, Bandara Hang Nadim- Batam dan Bandara R. Haji Fisabilillah- Tanjungpinang yang menjadi pintu masuk bagi warga negara asing dengan tujuan wisata.

Berikut Syarat ketentuan bagi wisman yang ingin mendarat ke Kepri dan Bali dengan tujuan wisata:

Pertama Memiliki kartu atau sertifikat vaksinasi Covid-19 dosis lengkap dalam bentuk fisik maupun digital.

Kedua menunjukkan hasil negatif tes RT-PCR maksimal 3×24 jam sebelum keberangkatan.

Ketiga melampirkan Visa Kunjungan Singkat atau izin masuk lainnya sesuai perundangan yang berlaku.

Keempat menunjukkan bukti kepemilikan asuransi kesehatan dengan nilai minimal 100.000 dolar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp 1,4 miliar, yang mencakup pembiayaan penanganan Covid-19.

Kwlima menunjukkan bukti konfirmasi pemesanan dan pembayaran tempat akomodasi dari penyedia akomodasi selama berada di Indonesia.

Keenam mengisi e-HAC perjalanan internasional melalui aplikasi PeduliLindungi atau secara manual di negara asal.

Ketujuh melakukan tes molekuler isotermal (NAAT/jenis lainnya) atau RT-PCR di bandara kedatangan. Dan hasilnya diterbitkan paling lama 1 jam dan diwajibkan karantina selama 5 hari.

Kelapan menggunakan penerbangan langsung atau direct flight dari negara asalnya.

Selanjutnya bagi pelaku perjalanan internasional yang belum bervaksin Covid-19 di luar negeri akan divaksinasi dan di karantina setibanya di Indonesia usai mendapat hasil negatif pemeriksaan tes RT-PCR yang kedua.

WNA dapat menerima vaksin namun harus memenuhi ketentuan, yakni berusia 12-17 tahun, pemegang izin diplomatik/dinas, serta pemegang KITAS (kartu izin tinggal terbatas) dan KITAP (kartu izin tinggal tetap).

Untuk WNA yang sudah berada di Indonesia dan hendak melakukan perjalanan domestik dan internasional, vaksinasi dapat dilakukan dengan skema program atau gotong royong sesuai peraturan yang berlaku. (Sukur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here