Beranda Nasional Tak Berdasar Ukuran Jelas, Komisi X DPR, Pertanyakan Alasan Penetapan Ormas oleh...

Tak Berdasar Ukuran Jelas, Komisi X DPR, Pertanyakan Alasan Penetapan Ormas oleh Kemendikbud

Tak Berdasar Ukuran Jelas, Komisi X DPR, Pertanyakan Alasan Penetapan Ormas oleh Kemendikbud

Minggu, 08 Maret 2020 – 10.30 wib/ Kontributor: Arianto/ Editor: M. Sukur

Investigasipos.com. JAKARTA – Komisi X DPR menilai Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tidak transparan mengenai program pelatihan guru & kepala sekolah yang dilaksanakan.

Pasalnya, Salah satu hal mengenai penetapan organisasi masyarakat (ormas) yang dilibatkan dalam program tersebut dianggap tidak memiliki dasar ukuran yang jelas dan patut dipertanyakan.

Hal itu dikatakan langsung oleh Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) Komisi X DPR dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (F-PKB) Lathifah Shohib.

Menurut Lathifah, alasan penetapan ormas-ormas itu tidak didasarkan pada ukuran yang jelas. Dia menyebut ormas yang mendaftar tidak lama setelah program diluncurkan seperti telah didesain.

Baca juga : Ahok Kandidat Kepala Badan Otorita Ibu Kota Baru, Istana: Tidak Heran

“Jadi di sinyalir sudah ada ploting untuk ormas atau LSM. Kalau memang sudah di-design, untuk kepentingan kelompok tertentu, ngapain di-launching? Parameter dan track record organisasi yang lolos seleksi harus dibuka ke publik.

“Ingat Mas Menteri, program ini uang dari rakyat jangan dibuat main- mainan” ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (08/03/2020).

Lathifah meminta Kemendikbud transparan dan menjelaskan ke publik soal program tersebut, terutama terkait penetapan ormas yang lolos seleksi.

“Program organisasi penggerak rawan dimasuki organisasi radikal, karenanya dibutuhkan transparansi. Libatkan organisasi keagamaan yg telah bergerak di bidang pendidikan selama puluhan tahun salah satunya NU,” ungkap Lathifah.

Pelatihan ini nantinya dilakukan kepada pendidik di jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Targetnya pelatihan dilakukan terhadap 50 ribu guru dan 5.000 kepala sekolah.

Baca juga : Terkait Berita Virus Corona, KPI Minta Media Proporsional Dalam Penyiaran

Organisasi yang terpilih akan menyelenggarakan program rintisan peningkatan kualitas guru dan kepala sekolah di bidang literasi dan numerasi selama dua tahun ajaran, yaitu 2020 hingga 2022.

Pelatihan sepenuhnya dari pihak ormas. Namun Kemendikbud bakal menyalurkan dana kepada ormas yang lolos seleksi. Rincian dananya dibagi menjadi tiga kategori.

Pertama disebut kategori Gajah, di mana ormas bakal mendapatkan dukungan dana hingga Rp20 miliar per tahun untuk target lebih dari 100 sekolah.

Kemudian kategori Macan, dengan dukungan dana hingga Rp5 miliar per tahun untuk target 21 sampai 100 sekolah.

Terakhir kategori Kijang, dengan dukungan dana Rp1 miliar per tahun untuk target lima sampai 20 sekolah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here