Beranda Berita Bintan Audensi Bersama Kodim 0315, Petani Lome Mohon Binaan

Audensi Bersama Kodim 0315, Petani Lome Mohon Binaan

Audensi Bersama Kodim 0315, Petani Lome Mohon Binaan

Sabtu, 18 September 2021

Investigasipos.com | BINTAN – Kelompok Petani Lome desa Toapaya utara dan desa Malang rapat Kabupaten Bintan kembali melakukan kunjungan silaturahmi. Kali ini menjambangi Markas Kodim 0315 Tanjungpinang – Bintan. Kamis (16/9) kemarin.

Kedatangan Petani disambut hangat oleh Dandim 0315/Bintan, Kolonel Inf I Guati Ketut Artasuyasa didampingi Pasi Ter Kodim, Mayor Inf B. Zebua, Pasi Intel Kodim Kapten Infa Rusdianto, Dan Unit Intel Kodim, Lettu Inf Maswendra, SH. dan Koramil 02 Bintim Kapten Inf Aswandi.

Berbeda dengan Kunjungan ke DLHK Kepri sebelumnya, dalam Audensi ini para petani membahas tentang status lahan yang dikelola mereka sementara kunjungan ke Markas Kodim 0315 Bintan para petani meminta pembinaan dan perlindungan.

“Kami siap memberikan Pembinaan dan Perlindungan kepada saudara-saudara petani khususnya di bawah wilayah penugasan Kodim 0315, asalkan tanah atau lahan yang dikelola petani tidak bermasalah,” ucap Dandim O315 Bintan.

“Pastikan dulu status lahannya, jika itu milik negara berupa Hutan /Lindung (HL) ajukan permohonan pinjam pakai atau istilah lainnya kepada pihak yang berwenang. Jika sebaliknya, kalau itu ternyata tanah milik PT, lakukan juga hal yang sama pinjam pakai kepada PT, tambahnya.

Selanjutnya Dandim menegaskan bahwa, bertani itu tidak hanya harus di hutan luas, di perkarangan rumah juga bisa. Seperti yang telah kami lakukan di perkarangan Markas Kodim 0315 Bintan.

“Ada tanaman jagung yang sudah di panen, ada juga cabe, tomat, mentoa dan lain-lain yang nantinya siap di panem, tutur, Dandim Kolonel Inf I Gusti Ketut Artasuyasa dihadapan kelompok petani Lome.

Pada akhir Pertemuan tak lupa Dandim juga menyampaikan rasa terimakasihnya kepada para ketua dan pendamping petani di mana telah berkenan hadir melaksanakan Audensi bersama pihak Kodim 0315 Bintan.

“Terima kasih kepada para Ketua dan pendamping petani Lome dan Malang rapat Kabupaten Bintan atas kehadirannya ke Markas Kodim 0315 Bintan, semoga dengan adanya pertemuan ini kita saling kenal dan besinergi,” pungkasnya.

Dalam kesempatan yang sama RT Lome yang juga mendampingi petani menyampaikan terima kasihnya kepada pihak Dandim dan Stafnya yang mana telah menyambut kami (petani red) dengan hangat dan rasa kekeluargaan.

“Terima kasih atas sambutan Pak Dandim dan para Stafnya pada kami kelompok petani Lome dan Malang rapat, semoga bapak- bapak tetap sehat dan bugar selalu,” tutupnya.

Sebelumnya di kabarkan, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menerima Audensi yang di ajukan petani melalui FKMTI Kabupaten Bintan dan Kota Tanjungpinang, Selasa (14/9) kemarin.

Audensi yang digelar dipimpin langsung Kepala dinas (Kadis) DLHK Kepri, Hendri ST di dampingi oleh Kasi Pemberdayaan Masyarakat dan Penyuluhan, Haposan Siregar, S. Hut serta Kasi Tata Hutan dan Penggunaan Kawasan Hutan, Bherly Andia, S. Hut, Selasa (14/9/21).

Dalam pembukaannya, Kadis DLHK mmberikan kesempatan bagi para perwakilan petani untuk menyampaikan hal-hal yang menjadi masukan dan keluhan untuk disampaikan kepada pihaknya (DLHK red).

“Silakan disampaikan keluhan dan masukannya,”ujar Kadis DLHK Kepri Hendri ST didepan tamu Audensi.

Dengan Membahas “Apakah status tanah di Lome, desa Toapaya Utara Kecamatan Toapaya dan desa Malang Rapat Kecamatan Gunung Kijang Bintan yang di kelola warga petani,” Ketua Kelompok Tani Wono Agung Suwari membuka jalannya Audensi tersebut.

Usai mendengarkan paparan dan harapan yang disampaikan Ketua Kelompok Tani wono Agung ini,Kadis DLHK menerangkan seluk beluk, asal-usul serta tata cara untuk mengelola tanah Hutan Lindung tersebut.

“Jika itu Hutan Lindung, tidak ada alasannya untuk tidak bisa dikelola dan dimanfaat masyarakat khususnya masyarakat tani, tentu semua itu ada aturan dan tata caranya,” kata Kadis DLHK sambil mengarahkan Kasinya.

Dijelaskan Kasi Pemberdayaan Masyarakat dan Penyuluhan, Haposan Siregar, S. Hut, untuk mengelola atau memanfaatkan tanah Hutan Lindung Negara, terutama diprioritaskan bagi masyarakat yang berdomisili disana, berdekatan dengan HL.

“Bukan berarti yang tidak berdomisili disana tidak boleh, hanya saja untuk menghindari kecemburuan sosial,” ungkap Kasi Pemberdayaan Masyarakat dan Penyuluhan DLHK ini.

Selanjutnya saat Pendamping petani menanyakan kepada kadis DLHK apakah berdasarkan bukti Peta yang kami punya menunjukan status lahan di Lome dan Malang Rapat itu adalah Hutan Lindung.

Kemudian melalui Kasi Penggunaan Kawasan Hutan, Bherly Andia, S. Hut dia menjelaskan bahwa, dari dasar Peta yang kami terima ini memang benar wilayah yang dimaksud adalah Hutan Lindung Negara hanya saja sudah berstatus Kesmen Area.

Meskipun demikian dia tidak menepis bahwa lahan tersebut bisa di manfaatkan warga bukan perusahaan, dengan menyesuaikan ketentuan Hutan Lindung Kesmen area dan meminta ijin pada pihak yang berwenang

“Untuk lahan Hutan Lindung khususnya yang ada di Lome, Malang Rapat dan sekitarnya di Kabupaten Bintan, Gubernur Kepri, Ansar Ahmad berupaya untuk membebaskannya.

“Semua itu guna menjawab kebutuhan masyarakat Kepri, khususnya di Pulau Bintan dalam persoalan Pertanahan,” tuturnya.

Selanjutnya Kadis DLHK menegaskan, agar warga yang sudah mengelola lahan Hutan Lindung tersebut untuk membuat data Kelompok Tani dan di ketahui oleh Kepala desa (kades) setenpat.

“Nanti Tim DLHK Kepri akan turun memastikan Lokasi- lokasi yang telah di kelola oleh petani. Di usahakan yang didata memang benar-benar yang aktif berkebun dan bertani disana, pungkasnya

Turut hadir dalam Audensi tersebut, Ketua Lembaga Komando Pemberantasan Korupsi, Kennedi Sihombing, Ketua FKMTI Tanjungpinang – Bintan M Sukur SH LLM dan Penasehat Hukum Petani Batu Bara SH. (Redaksi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here