Beranda Berita Korupsi MAKI Ancam Laporkan Lili, Jika Belum Mundur November 2021 Mendatang

MAKI Ancam Laporkan Lili, Jika Belum Mundur November 2021 Mendatang

Poto Kordinator MAKI, Bonyamin Saiman

Selasa, 14 September 2021

Investigasipos.com | Tanjungpinang –
Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman, mengancam akan melaporkan Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar ke Kejaksaan Agung (Kejagung) jika tidak mengundurkan diri pada November 2021 mendatang.

Hal itu dikatakan Boyamin di Gedung Merah Putih KPK usai menindaklanjuti permasalahan pelangaran kode etik yang telah dilakukan Lili Pintauli Siregar.

“Buat Ibu Lili saya beri kesempatan untuk mengundurkan diri sampai November 2021 mendatang, Jika belum mengundurkan diri, akan saya tempuh jalur hukum melapor ke
Kejaksaan Agung,” ungkap Bonyamin.

Terkait hal ini.Boyamin akan melaporkan Lili dengan sangkaan Pasal 36 Jo Pasal 65 Undang-undang KPK yang berisi larangan bagi pimpinan KPK untuk berhubungan langsung atau tidak langsung dengan pihak berperkara. Dalam pasal itu, diatur mengenai ancaman lima tahun penjara.

Adapun pelaporan ke Kejaksaan Agung berlandaskan Pasal 30 Undang-undang Kejaksaan yang salah satunya mengatur kewenangan Kejaksaan melakukan penyidikan terhadap tindak pidana tertentu berdasarkan Undang-undang.

“Di Pasal 30 UU Kejaksaan itu juga bisa menangani tindak pidana yang diatur UU, nah buktinya menangani korupsi bisa kan Kejaksaan. Nah, UU khusus ini kan diatur di UU KPK, bukan di KUHP.

Dengan dasar itu saya akan melaporkan ke Kejaksaan Agung bulan November dengan sangkaan atau dugaan saya Pasal 36 Jo Pasal 65,” kata Boyamin.

“Nanti kalau tidak ditangani selama tiga bulan saya akan gugat Praperadilan, pasti begitu,” ujar Boyamin

Sebelumnya, Lili dihukum sanksi berat berupa pemotongan gaji sebesar 40 persen selama 12 bulan karena terbukti melanggar kode etik dan pedoman perilaku.

Ia terbukti memanfaatkan posisinya sebagai pimpinan KPK untuk menekan Wali Kota Tanjungbalai nonaktif, M. Syahrial, guna pengurusan penyelesaian kepegawaian adik iparnya Ruri Prihatini Lubis di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Kualo Tanjungbalai.

Hal itu terkait dengan pembayaran uang jasa pengabdian Ruri sejumlah Rp53.334.640,00.

Selain itu, Lili dinilai terbukti telah berhubungan langsung dengan M. Syahrialyang merupakan tersangka kasus dugaan korupsi jual beli jabatan di Pemerintah Kota Tanjungbalai.

Indonesia Corruption Watch (ICW) sudah membawa hal ini ke Bareskrim Polri, namun mendapat penolakan.

Sumber: CNN Indonesia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here