
Rabu, 25 Mai 2022 Penulis: Muhammad Sukur
Presiden RI Joko Widodo Pada acara Aksi Afirmasi Bangga Buatan Indonesia di Jakarta Convention Center, Jakarta, Selasa (24/5). Foto Oleh : Biro Adpim.
KEPRI l lngestigasipos.com – Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) H. Ansar Ahmad hadir mendengarkan arahan Presiden RI Joko Widodo tentang Aksi Afirmasi Bangga Buatan Indonesia di Convention Center Jakarta, Selasa (24/5/21) kemarin.
Dalam pengarahannya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan agar Kepala Daerah memasukan produk-produk unggulan masing-masing ke e-catalog lokal. Presiden Jokowi menekankan pembuatan e-catalog saat ini sangat mudah dan praktis.
“Saya minta kepada Gubernur, Bupati, Wali Kota, Sekda yang paling penting sekarang adalah bagaimana produk-produk lokal, produk-produk unggulan itu segera bisa masuk pada e-catalog lokal, segera!” kata Presiden Jokowi.
Presiden mengungkapkann dirinya telah menanyakan ke Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang (LKPP) Abdullah Azwar Anas mengenai pengurusan e-catalog ini, menurut Azwar saat ini hanya butuh 2 langkah untuk pengurusan e-catalog
“Sekali lagi kepala daerah dan sekda segera lakukan hal ini. Produk-produk lokal, produk-produk unggulan daerah segera masuk ke e-catalog lokal,” sambung Presiden Jokowi.
Presiden Jokowi mengatakan produk lokal jenis apapun bahkan arem-arem sekalipun bisa masuk ke e-catalog lokal. Dia menekankan bahwa e-catalog lokal bisa membantu pengusaha kecil di daerah sekaligus mempercepat pemulihan ekonomi daerah.
“Kalau barang-barang lokal bisa masuk ke e-catalog semuanya produk akan bisa berputar. Arem-arem masukkan e-catalog karena didalamnya ada telor, ada daging dan lain-lain. Jika begini atinya apa, semua Pengusaha kecil UMKM kita akan kebahagian kerja,” tuturnya.
Menangapi semangat Pemerintah Pusat ini, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau sendiri pernah menjadi tuan rumah ajang Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) tahun 2022 di Kota Batam yang digelar pada 30 Maret lalu.
Terpilihnya Provinsi Kepri sebagai tuan rumah dimanfaatkan Gubernur Ansar sebaik-baiknya untuk mempromosikan produk-produk unggulan Kepri seperti makanan dan kerajinan tangan.
“Terpilihnya Kepri menjadi tuan rumah Gernas BBI harus kita manfaatkan dengan maksimal untuk mempromosikan produk-produk UMKM kita,” kata Gubernur Ansar.
Dia mengharapakan Aksi Afirmasi Bangga Buatan Indonesia dapat mendorong peningkatan nilai transaksi atau permintaan barang dan jasa yang dihasilkan pelaku usaha dalam negeri sehingga menciptakan efek berganda pada perekonomian Kepri.
“Pemprov Kepri sangat mendukung kebijakan presiden tersebut dan ini sangat bagus untuk memberdayakan pelaku usaha lokal, dan insya Allah bisa mensejahterakan masyarakat,” Tutur Ansar.
Sebelumnya Presiden Jokowi juga menyampaikan kegeramamnya dan mengancam akan mengumumkan Lembaga Negara dan Pemerintah daerah (Pemda) yang tidak punya komitmen berbelanja produk dalam negeri.
Jokowi mencatat belanja dari uang APBN dan APBD selama ini lebih banyak digunakan untuk membeli barang impor alias produk luar negeri padahal barang itu didalam negeri juga ada.
Untuk itu Jokowi berencana akan membeberkan data-data tersebut pada September atau Oktober mendatang. Karena itu dia meminta Lembaga Negara dan juga Pemda untuk memperbanyak berbelanja di dalam negeri.
“Saya paparkan semuanya nanti, mana yang memiliki komitmen terhadap bangsa dan negara untuk membeli produk dalam negeri dan mana yang tidak,” ujarnya dikutip dari Fajar.co.id. pada acara Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia di Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta (24/5/22).
Selain itu Presiden Jokowi menegaskan bahwa belanja barang dan jasa ratusan triliun rupiah dapat bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi di dalam negeri,
terlebih APBN kita tahun ini sebesar Rp2.714 triliun dan APBD Rp1.197 triliun.
Selaku Kepala Negara dia juga meminta para pejabat memiliki kepekaan terhadap krisis ekonomi yang kita hadapi saat ini. Menurutnya hal itu bisa dilakukan dengan membelanjakan anggaran untuk membeli produk dalam negeri.
“Ini uang rakyat. APBN, APBD, di BUMN ini uang rakyat. Jangan toh kita belikan barang-barang impor. Keliru besar kalau kita melakukan itu,” ucap Jokowi seiring memerintahkan para Kepala daerah dan Lembaga negara berhenti membeli barang impor.
Jokowi menyebut saat ini sudah ada komitmennya mencapai Rp 802 Triliun. Dan ini untuk Pemda, Kementerian dan Lembaga Negara. Sedangkan BUMN komitmennya sebesar Rp 296 Triliun.
“ltu baru komintmen, kita perlukan adalah realisasi. Karena realisasinya masih di bawah 10 persen. Masih Rp 110,2 triliun. Untuk itu nantinya kita tau komitmen berapa dan mana saja yang sudah terealisasi, ini sangat mudah dan kita bisa ikuti secara harian,” tuturnya.
Sebanyak 107 pemda, kata Jokowi, serapannya masih 5 persen. Bahkan ada 17 pemda hingga saat ini belum ada realisasi sama sekali. Sebetulnya mau saya tayangin, tapi nantilah dibulan September saja.
‘Nih kementerian A, Pemda B, Lembaga C, nanti akan saya tunjukkan semua biar kapok. Ini saya masih sabar menunggu dulu, tapi nanti September dan Oktober kita ketemu lagi, saya tayangkan semuanya,” pungkasnya.














































