Beranda Kesehatan Din: Presiden Jangan Sekadar Perintahkan Kapolri Usut Penimbun Masker. Tapi Beli dan...

Din: Presiden Jangan Sekadar Perintahkan Kapolri Usut Penimbun Masker. Tapi Beli dan Bagikan Kepada Rakyat

Din: Presiden Jangan Sekadar Memerintahkan Kapolri Usut Penimbun Masker. Tapi Beli dan Bagikan Kepada Rakyat

Jumat, 06 Maret 2020, 16.58 wib/ Kontributor: Arianto/ Editor: M. Sukur

Investigasipos.com. JAKARTA – Din Syamsuddin, mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, menghimbau, Pemerintah tidak lagi takabur dapat mencegah perkembangan virus corona. Dia menyesalkan adanya narasi bernada sombong (takabur) yang diucapkan Wakil Presiden Ma’ruf Amin, beberapa waktu lalu.

Narasi dari Ma’ruf yang dia maksud adalah “sering baca doa qunut dapat mencegah virus corona masuk Indonesia”. Ungkapan itu kemudian menjadi salah (blunder) ketika Presiden Jokowi mengonfirmasi pada hari berikutnya bahwa virus itu sudah positif masuk ke Indonesia.

“Alhamdulillah, enggak ada kasus (corona) kata Ma’ruf. Karena Indonesia sering baca doa qunut’. Ucapan-ucapan ini kan ucapan yang takabur. Ternyata sekarang kasus (korona) ada,” kata Din di Jakarta, Kamis (05/03/2020).

Baca juga : Menkes: Corona Itu Tidaklah Menakutkan, Justru yang Menakutkan Itu Adalah Pemberitaannya

Menurut mantan Ketua Umum Muhammadiyah ini, Pemerintah tak perlulah membangun kepercayaan dunia dengan ucapan yang ngak beralasan, cukup buktikan saja dgn perbuatan dan menunjukkan upaya-upaya pencegahan konkret yang sudah kita lakukan.

Dia berharap pemerintah jangan lagi memandang remeh kasus corona itu. Dia mengingatkan, memandang remeh itu sama saja dengan takabur Sebaliknya Pemerintah membangun kebersamaan dengan rakyatnya.

“Kita pandang remeh, ternyata ada kasus. Dan kasus itu sdh dideteksi pula. Jangan-jangan masih ada lagi. Ini musibah kita bersama, mari pula kita bersama-sama mencegahnya.
Tapi Pemarintah jangan mengeles,” kata Wantim MUI ini.

Baca juga : Soal Corona, Mahfud: Presiden Bilang Yang Paling Ditakutinya Adalah Kepanikan Masyarakat

Dalam kesempatan itu, Din juga memberi saran kepada Presiden Jokowi untuk memberi jawaban kepada masyarakat yang sedang resah karena harga masker dan alat pencuci tangan di pasaran mahal dan sulut didapat.

Kepada presiden, saya berharap. Jika memiliki kemampuan, tolong dibeli semua masker dan hand sanitizer yang mahal dan langka tadi sehingga bisa dibagi-bagikan kepada masyarakat yang kawasanya terdampak virus corona tersebut

“Jangan sekadar Presiden memerintahkan kepada kapolri untuk mengusut penimbun. Beli semuanya oleh pemerintah, dan bagikan kepada rakyat di kawasan-kawasan itu,” tutup Wantim MUI ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here