Beranda Kepri Dugaan Praktik KKN Dana DAK Disdik Kepri di ULP Disorot

Dugaan Praktik KKN Dana DAK Disdik Kepri di ULP Disorot

Dugaan Praktik KKN Dana DAK Disdik Kepri di ULP Disorot

Kamis, 15 Juli 2021

Investigasipos.com | KEPRI – Dugaan praktik Kolusi, Korupsi dan Nepotisme (KKN) pada sejumlah paket lelang, bersumber dari Dana Alokasi Khusus Tahun Anggaran 2021 di Disdik Kepri di ketahui pihak Kejaksaan Tinggi dan Kasat reskrim Polres Tanjungpinang.

Informasi itu mereka dapat dari konfirmasi sejumlah wartawan melalui WA terkait menanyakan seputar sangsi hukum dalam dugaan kecurangan pada sejumlah lelang tender dana DAK di Disdik Kepri di ULP.

Meskipun belum ada jawaban Kasat reskrim Tanjunginang, AKP Rio Reza Panindra, S.I.K atas konfirmasi terkait tindakan apa yang dapat dilakukan pihak kepolisian jika ada dugaan pemberian dokumen pendukung fiktif untuk melengkapi syarat administrasi.

Tim media ini mencoba melakukan penelusuran dengan mencari tau aturan-atruran hukum yang menjadi acuan jika ada ditemukan indikasi dugaan praktik KKN atau kecurangan dalam pelaksanaan kegiatan lelang tender yg dilakukan Pokja ULP.

Dalam Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010, Pasal 118 ayat 7 menerangkan, Apabila terjadi pelanggaran dan/atau kecurangan dalam proses pengadaan barang/jasa, ULP akan dikenakan sanksi administrasi, dituntut ganti rugi, dan/atau dilaporkan secara pidana.

Sementara itu dirillis dari Radarkepri.com, Pemenang lelang di Dinas Pendidikan (Disdik) Kepri yang sumber dananya dari Dana Alokasi Khusus DAK) dapat dibatalkan.

Hal ini disampaikan Misbardi, Kepala Badan Pengadaan Barang dan Jasa (BPBJ) Prov Kepri ketika dikonfirmasi radarkepri.com, Kamis (08/07) via WA-nya.

Misbardi menjawab konfirmasi media ini, kemungkinan dibatalkn lelang di Diknas Kepri karena adanya dugaan kecurangan antara ULP, Pokja dan kontraktor dalam memuluskan pemenang lelang.

“Pembatalan paket yang telah dilakukan bisa saja dibatalkan, tetapi harus ada alasan yang tepat sesuai dengan aturan,” ucapnya.

Sebelumnya diberitakan aroma dugaan KKN sejumlah oknum ULP terkait lelang proyek bersumber dari dana DAK di Disdik Kepri disorot Lembaga KPK Kepri.

Ketua Lembaga KPK Kepri, Kennedy Sihombing mengatakan Informasi aroma dugaan KKN dana DAK di Disdik Kepri ia peroleh dari pengaduan sumber yang tak ingin disebutkan namanya.

“Kami menerima pengaduan terkait dugaan KKN Oknum ULP Kepri berinisial T dan K pada lelang proyek yang bersumber dari dana DAK di Disdik Kepri,” ungkap Kennedy.

Sumber katakan, indikasi dugaan KKN itu terjadi antara oknum Pokja ULP, Dinas terkait (Disdik Kepri red) dan Kontraktor. Dimana nanti dalam kesepakatannya, oknum Pokja ULP tersebut akan menunjuk perusahaan kontraktor itu sebagai pemenang tender.

Penunjukan ini pun dilakukan jauh sebelum lelang proyek tersebut di mulai. Sehingga timbul kesimpulan lelang yang dilaksanakan hanya pormalitas saja,” tegasnya

Menyikapi pengaduan itu, Ketua Lembaga Komando Pemberantasan Korupsi (Lembaga KPK) Kepri, Kennedy Sihombing berencana akan melaporkan perkara ini kepada pihak berwenang agar bisa memberi tindakan tegas seperti penundaan atau pun pembatalan tender.

“Secepatnya akan kami laporkan kepada yang berwenang,” pungkas Kennedi dihadapan sejumlah wartawan, Sabtu (10/7/2021)

Hingga berita ini dimuat awak media ini belum berhasil menjumpai pihak terkait guna klaripikasi dan konfirmasi. (Sukur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here