Beranda Nasional Ini Penjelasan Komisi Yudisial Soal Peluang Meringankan Hukuman Bharada E

Ini Penjelasan Komisi Yudisial Soal Peluang Meringankan Hukuman Bharada E

Kamis, 13 Oktober 2022
Penulis: M. sukur

Phito Bharada E saat Rekonstruksi

Investigasipos com – Juru Bicara Komisi Yudisial Rl, Miko Ginting mengurai kemungkinan keringanan hukuman bagi Bharada Richard Eliezer alias Bharada E dalam kasus pembunuhan terhadap Brigadir J.

Menurut Miko ada empat hal yang menjadi pertimbangan hakim sebelum memberikan vonis kepada tersangka pembunuhan berencana terhadap Brigadir J itu.

Empat hal itu yakni, perbuatan, ancaman pidana, pembuktian, serta keadaan-keadaan yang bisa meringankan atau memperberat hukuman,” kata Miko menjelaskan kemungkinan langkah yang diambil Hakim.

Selain itu, Miko juga mengatakan bahwa pihaknya memiliki track record atau rekam jejak seluruh hakim Indonesia termasuk para hakim yang menangani kasus dugaan pembunuhan Yosua dan kasus dugaan perintangan penyelidikan.

“Kami punya database tapi bukan untuk kami publikasikan secara luas. Tujuannya bukan untuk sesuatu yang tidak transpaan tapi menjaga kemandirian hakim.” ucap Miko saat dialog Sapa Indonesia Malam di Kompas TV, Selasa (11/10)

Kasus ini telah mendapat perhatian dari seluruh lapisan masyarakat, jadi perlu adanya partisipasi publik dalam konteks kemandirian hakim. Jika misalnya hakim bertolak belakang dengan prinsip transparansi publik juga akan protes dan marah.

Perlu juga diketahui dalam konteks
pembuktian ada beberapa hal yang perlu disikapi secara khusus. Contohnya, soal pembuktian terkait kasus kesusilaan, memang pemeriksaannya secara hukum harus tertutup.

Hakim bisa bersidang tidak terbuka untuk umum apabila sewaktu ia menilai keterangan yang disampaikan saksi akan membahayakan keselamatan diri saksi.

“Ketiga hakim melihat ada integritas pembuktian yang akan mempengaruhi saksi satu dengan saksi yang lain, maka hakim punya diskresi untuk menyatakan persidangan tidak terbuka buat umum.
Atau persidangan itu di tujukan bagi masyarakat yang hadir dipersidangan.

“Jadi untuk mengantisipasi hal itu, maka kita perlu menyiapkan beberapa skenario-skenario khusus untuk menjaga kemandirian hakim,” tuturnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here