foto Kennedi Ketua Lsm P2KN Prov Kepri dan tim saat melihat pekerjaan proyek pelabuhan
KEPULAUAN RIAU
Tanjungpinang, Investigasipos.com – Pasca Sidak anggota komisi III DPRD Kepri ke proyek pelabuhan bongkar muat di Tanjunguban pada bulan maret lalu. Ketua Lsm P2KN (Pemantau Penggunaan Keuangan Negara) Prov Kepri, mulai melirik kejangalan pada pekerjaan proyek pelabuhan bongkar muat yang sedang dilaksanakan oleh Dinas Perhubungan Prov Kepri, Rabu (20/6/18).
Saat Komisi III DPRD Kepulauan Riau meninjau pembangunan Pelabuhan Bongkar Muat di Tanjunguban, Rabu (14/03/18) lalu. Diam – diam dalam tinjauannya tersebut, para Anggota DPRD melihat progres pembangunan pelabuhan yang diharapkan menjadi sarana bongkar muat barang di Kabupaten Bintan sedikit ada kendala.
Dalam penyampaiannya pada waktu itu sekretaris Komisi III DPRD Kepri, Raja Bachtiar, mengatakan, pembangunan pelabuhan bongkar muat ini sudah tahap yang kedua. Tahap pertama sudah dikerjakan pada 2017 lalu.
“Pembangunan pelabuhan yang memiliki luas lahan 1,5 hektare dan telah menelan uang rakyat puluhan miliyar rupiah ini, lanjutnya, masih pada tahap penimbunan pantai. Kendati memiliki beberapa kendala, salah satu diantaranya masalah pembebasan lahan.
foto Anggota Komisi III DPRD Prov Kepri, saat Sidak keproyek pelabuhan bongkar muat di Tanjunguban.
Menyikapi Stetmen yang disampaikan Sekretaris Komisi III ini, Dan setelah adanya beberapa laporan dari masyarakat tentang adanya dugaan kejanggalan dalam pekerjaan proyek tersebut. Ketua Lsm P2KN, Kennedi Sihombing beserta Tim. Bergerak meninjau dan mendalami pelaksanaan pekerjaan proyek itu.
Dari hasil tinjauan Lsm P2KN Prov kepri pada media investigasipos.com, beliau sampaikan, “Saat ini kami sudah melakukan konfirmasi baik kepada pekerja maupun masyarakat sekitar lokasi proyek pembangunan pelabuhan bongkar muat ini.
Menurut Ketua Lsm P2KN, Kennedi Sihombing. Timnya saat ini sedang mengumpulkan dan mendalami data-data hasil laporan masyarakat dan pekerja untuk dijadikan bahan bukti dari hasil evaluasi Timnya, Jika ada kesalahan pada bangunan dan lain-lain, kami akan laporkan pada pihak berwajib, dan tidak segan-segan akan mengajukan pembongkaran atas pekerjaan proyek pembangunan pelabuhan tersebut, ” Tegasnya. (Sukur)















































