Beranda Berita Surabaya KOHATI Turut Andil Dalam Menggali Potensi Kader

KOHATI Turut Andil Dalam Menggali Potensi Kader

INVESTIGASIPOS.COM, SURABAYA – Meningkatkan kualitas kader tentu menjadi hal wajib bagi organisasi perkaderan seperti Himpunan Mahasiswa Islam(HMI). Oleh karena itu Korps HMI-Wati (KOHATI) Cabang Surabaya sebagai salah satu sayap perkaderan dari HMI berupaya untuk turut menggali potensi kader melalui program kerja ‘Kohati Surabaya Goes to Korkom’.

Program ini merupakan bentuk pengawalan materi jenjang training Latihan Khusus Kohati (LKK). Pengawalan materi dalam program ini menggunakan sistem screening  dan pembahasan materi yang lebih intens.

Hal ini ditujukan untuk meningkatkan kematangan kader secara kognitif. Selain itu penggunaan sistem serupa dengan screening di jenjang training LKK yang sesungguhnya diharapkan dapat mendorong kesiapan kader untuk mengikuti jenjang training LKK.

Jenjang training merupakan instrumen utama dalam sistem perkaderan HMI yang ditujukan untuk meningkatkan kapabilitas kader. Sehingga sudah sewajarnya apabila jenjang training ini menjadi wahana penempaan diri kader HMI khususnya KOHATI untuk mendapatkan potensi diri secara maksimal.

Sebagai wujud komitmen KOHATI dalam mengawal kualitas kader, program Kohati Goes to Korkom ini dilaksanakan perdana di Koordinator komisariat (Korkom) Sunan Ampel(5/10). Dihadiri oleh ketua umum terpilih periode 2018/2019, Dzilaal Al Baaqi Bahalwan acara tersebut disambut meriah oleh kader Kohati selingkup Cabang Surabaya.

Menurut firza, salah satu peserta Kohati Goes to Korkom mengatakan bahwa adanya program seperti ini perlu untuk direspon secara aktif oleh kader-kader Kohati se-Cabang Surabya.

Karna menurutnya dengan adanya program Kohati Goes to Korkom ini ketakutan untuk menghadapi jenjang training menjadi berkurang. Persiapan yang matang serta fasilitas untuk mengawal potensi-potensi kader ini dianggap dapat dijadikannya sebagai obat penakluk pada phobia pada jenjang training.

Berbeda dengan Firza, Diyah justru menemukan cara belajar efektif dari sistem yang diterapkan oleh HMI. Sebagai salah satu kader yang terhitung baru sistem screening ini dirasa masih cukup asing bagi diyah.

Kendati demikian diyah tetap merasa sistem ini membantunya untuk berpikir ekstra dan mengeksplor semua pengetahuan yang dimilikinya.

Selain dari para peserta salah satu screener sekaligus pemateri pada Kohati Goes to Korkom, fahrudin juga menyampaikan pesan-pesannya. Beliau menyampaikan bahwasanya acara seperti ini harus dipupuk untuk mempertajam kecakapan berpikir serta ketangkasan gerak dari para kader KOHATI.

Membentuk pola pikir yang berbeda dari perempuan-perempuan pada umumnya sehingga mampu memunculkan ide yang dapat diimplementasikan guna kepentingan bersama.

“Kohati ini harus punya pandangan berbeda dengan perempuan lainnya. Pandangan gerak, tujuan serta realisasi dari apa yang dicita-citakan harus jelas. Kalau bicara tentang Feminis mau feminis yang mana? Feminis Amerika, perancis atau yang mana? Ini harus kita gali dan tentu disesuaikan dengan nilai-nilai keislaman,” jelas Fahrudin. (int/ari)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here