Beranda Kepri Emi: Hakim Agung Aja Terima Suap Bagaimana Pula Hakim Didaerah

Emi: Hakim Agung Aja Terima Suap Bagaimana Pula Hakim Didaerah

Selasa, 27 September 2022
Penulis: Muhammad Sukur

Photo Keluarga Korban Kekerasan terhadap anak Bersama Sejumlah Wartawan saat Menanyakan Keadilan di PN Tanjungpinang

KEPRI l lnvestigasipos.com – Orang tua Korban kasus penganiaayaan anak di bawah umur, Emi (38) masih terus mencari keadilan buat anak perempuannya, meskipun perkara tersebut sudah selesai. Hakim Pengadilan Negeri Tanjungpinang telah memutuskan 1 bulan Penjara kepada pelaku.

Sampai saat ini Emi tak putus asa tetap berupaya dan yakin pasti ada pihak yang mau membantunya. Mencarikan jalan keluar bagaianana caranya berjuang mencari keadilan untuk melawan penegak hukum yang telah berlaku tidak adil terhadap kasus anaknya.

Baca Juga : Permohonan Banding Ditolak, Orang tua Korban Penganiayaan Laporkan Kejari Lingga ke Komjak

“Hakim Agung saja mau Terima suap, apalagi Hakim didaerah, bisa saja kasus yang saya alami serupa dengan kasus Hakim Mahkamah Agung, Sudrajad Dimyati. Hanya saja dugaan suap di kasus saya tak tertangkap,” ujar Emi menduga-duga.

Baca Juga : Terkait Penolakan Banding Korban Penganiayaan Anak, ini Penjelasan JPU Lingga dan Tanggapan MAKI

Menurut Emi dengan ditangkapnya seorang Hakim Agung yang terlibat dalam tindak korupsi oleh KPK maka saya optimis bahwa masih ada penegak hukum yang baik dinegeri ini. Saya berharap mudah-mudahan ada pihak yang merespon kasus saya,” tambah Emi.

Baca Juga : Sejumlah Media Respon Perjuangan Korban Penganiayaan Anak di Lingga Cari Keadilan

Sebelumnya Kasus Emi sempat menjadi sorotan sejumlah pihak terutama media di Tanjungpinang, dalam kasusnya di kabarkan Jaksa Penuntut Umum (JPU)Kejari Lingga menolak permohonan banding dirinya setelah JPU menuntut 2 bulan penjara terhadap pelaku kekerasan yang menganiaya anaknya.

Baca Juga : Putuskan Satu Bulan Kurungan Terhadap Pelaku Penganiayaan Anak oleh Hakim PN TPI Jadi Sorotan

Emi mengatakan selama ini masyarakat diminta untuk menghormati keputusan hakim tentu kita paham dan mengerti. Karena kalau keputusan hakim tidak dihormati, maka negeri ini tentu akan kacau.

Baca Juga :  Perkara Penganiayaan Anak di Lingga, Korban Khawatir JPU Tuntut Ringan Terdakwa

“Tetapi, kalau mentalitas dan perilaku dari para penegak hukum sendiri yang sudah rusak, maka pertanyaannya ke mana lagi kita mencari keadilan di negeri ini,” ungkapnya.

Baca Juga : Kasus Penganiayaan Anak Oleh Kades Pulau Bukit Masuk Pemberkasan di UPTD PPA Kepri

Bukan saya tidak mau menerima keputusan mereka, tapi banyak keputusannya yang terasa tidak berkeadilan dan sangat bertentangan dengan hati nurani. Saya rasakan keputusan itu tidak lagi membela orang yang lemah/kecil tetapi terkesan membela orang yang sudah membayar.

Baca Juga : Diduga Aniaya Anak Dibawah Umur Kades Pulau Bukit Dilaporkan

“Jika hukum sudah dipermainkan oleh para penegak hukum. Hakim dan penegak hukum sudah mau disuap serta pandai berbohong, maka tunggu saja malapetaka yang menimpa negeri. Keresahan, kegaduhan dan kerusuhan akan muncul di mana-mana,” sumpah Emi kesal.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here