Petani di Lome dan Wacopek Bintan, Siapkan Penen Jagung
Senin, 29 lNovember 2021
Investigasipos.com l Bintan – Pembina Kelompok Tani (Poktan) Wono Agung dan Sumber Makmur di Kabupaten Bintan, Muhammad Sukur mengatakan memasuki bulan Desember, petani binaannya akan segera memanen jagung bersama.
Panen jagung dilaksanakan di lokasi lahan Tanah Terlantar dan Hutan Lindung milik Negara yang telah dimanfaatkan warga untuk bertani selama bertahun-tahun di lome desa Toapaya utara dan Kampung Wacopek Kabupaten Bintan.
Rencana panen jagung bersama itu dilakukan sempena ikut memeriah pergantian malam tahun baru 2022 yang mana biasanya identik dengan acara perayaan bakar-bakar ikan dan jagung manis.
“Insyaallah minggu pertama bulan Desember kita mulai memanen jagung tahap pertama,” ucap Sukman warga Petani Lome di hadapan Pembina, Ketua Kelompok tani dan Pak RT.
Petani di Lome dan Wacopek Bintan, Siapkan Penen Jagung
Akan ada tiga tahap panen jagung kita kali ini, tahap pertama, minggu pertama bulan Desember tahap kedua pertengahan bulan Desember dan tahap ketiga diakhir bulan Desember.
Dalam kesempatannya, Ketua Kelompok tani Wono Agung dan Sumber Makmur Suwari atas nama warga yang bertani di Lome, Malang Rapat dan Wacopek menyampaikan rasa terimakasihnya kepada pak RT, RW Kades yang selama ini telah membantu mereka.
“Terimakasih buat RT Lome, Malang Rapat dan Wacopek yang selama ini telah banyak membantu warga untuk tetap bisa bertani, memanfaatkan lahan Tanah Terlantar Perusahaan dan Hutan Lindung Negara untuk memcari makan,” ucap Suwari.
“Wong warga hanya memanfaatkan Tanah Terlantar Perusahaan dan Hutan Lindung Negara untuk bertani memenuhi nafkah kebutuhan keluarga bukannya untuk menguasai atau memiliki lahan negara kenapa harus di usir dan dikriminalisasi” Himbau Pak Adi RT Lome menjelaskan.
Dalam kesempatan yang sama tak lupa Pembina, Ketua Kelompok tani, Pak RT Lome dan warga yang bertani di Lome, Malang Rapat dan Wacopek juga mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah, khususnya DLHK Kepri yang selama ini turut membantu Petani untuk menyelesaikan konplik penguasaan tanah negara okeh PT yang telah di manfaatkan petani sejak lama (puluhan tahun).
Saat meninjau Kebun Jagung dan Peternakan Petani
“Terimakasih kami ucapkan kepada Kadis DLHK Kepri yang telah bekerja keras menertibkan lokasi-lokasi Hutan Lindung Negara yang selama ini dikuasai oleh Perusahaan sehingga menimbulkan Konplik.
“Harapan kami DLHK tetap bekerja untuk melawan para mafia tanah yang ingin menguasi lahan Hutan Lindung Negara di Kepri, Khususnya di Lome dan Malang Rapat Kabupaten Bintan. Jangan khawatir Rakyat bersama mu,” tegas Sukur Pembina Petani.
Sebelumnya pada awal bulan November 2021 lalu, Petani yang diusir pihak PT BMW dari lahan Hutan Lindung di Lome Desa Toapaya Utara, panen buah Melon bersama di Kampung Wacopek.
Meski terusir dari lahan yang dimanfaatkan, para petani tetap gigih, bekerja keras,menumpang ke lahan petani lainnya di Kampung Wacopek, hal itu berkat ide dan kerja keras Pengurus kelompok tani mengatur warganya agar tetap bisa beraktivitas demi menjaga kelangsungan hidup mereka
Alhamdulillah sejak panen buah melon awal November lalu hingga memasuki panen jagung manis pada bulan Desember ini, segala yang direncanakan berjalan baik dan lancar, terimakasih ya Tuhan,” tutup Sukur. (Holo)















































Luar biasa abangku semoga niatan perjuangan kita dalam mengembalikan hak tanah hutan lindung ke negara mendapatkan ridho nya Allah SWT
Amin ๐
Amin๐