KPN Ingatkan, Presiden Jokowi Punya Hak Prerogatif Memilih Menterinya

Presiden Jokowi ditengah-tengah relawan

Investigasipos.com, Jakarta. Komite Penggerak Nawacita (KPN) mengingatkan bahwa, Presiden Jokowi mempunyai hak prerogatif untuk menentukan calon-calon menteri di Pemerintahan, Selasa (22/10/2019).

Organ Pendukung Presiden Joko Widodo, KPN ini. Berharap, hak prerogatif tersebut harus dihormati tanpa adanya tekanan maupun campur tangan pihak-pihak lain atau kelompok yang tidak mempunyai ikatan emosional  dalam proses pengawalan pemerintahan Jokowi selama ini.

Sementara itu, Dedy Mawardi, Jubir KPN mengatakan di periode kedua memimpin Indonesia, Presiden Jokowi sudah sepatutnya mendapatkan menteri-menteri terbaik yang mempunyai integritas dan kapabilitas yang mumpuni untuk mewujudkan agenda perubahan yang menjadi prioritas pemerintahannya kedepan.

Adapun agenda perubahan yang menjadi prioritas pemerintahan Jokowi, menurut Dedy adalah Pertama. Akses pendidikan dan kesehatan untuk seluruh rakyat Indonesia. Kedua. Pembangunan ekonomi yang mengabdi pada cita-cita keadilan sosial dan kelestarian lingkungan.

Selanjutnya, Ketiga. Peningkatan interaksi antarbudaya yang inklusif untuk menumbuhkan iklim toleransi, moderasi dan rasa persatuan nasional. Keempat, Penuntasan seluruh kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia di masa lalu.

Kelima, Peningkatan keterlibatan publik dalam kehidupan politik kebangsaan untuk memperdalam demokrasi. Keenam, Reformasi birokrasi secara menyeluruh untuk menghapuskan KKN. Ketujuh, Meningkatkan integrasi perencanaan-pelaksanaan pembangunan dan mewujudkan keselarasan kerja pemerintah di tingkat pusat dan daerah.

Dedy menilai agenda perubahan ini, sejatinya sudah tercermin dalam program pemerintahan sebagai program prioritas yang diperkenalkan presiden Jokowi sebagai Program Nawacita. Agenda ini hanya bisa terwujud jika para menteri mempunyai semangat yang sama dengan Jokowi untuk membangun bangsa.

“Dukungan para relawan ini wajar singkat cerita kami menitipkan agenda perubahan ini ke Presiden Jokowi. Oleh karena itu untuk menjamin agenda ini bisa berjalan, maka periode kedua pemerintahan Jokowi, selayaknya butuh figur-figur yang tak hanya mampu menjalankan agenda prioritas pemerintah, namun juga paham dg apa yang diinginkan presiden.

Kabinet ini memang harus diisi oleh orang-orang yang menjiwai ruh perubahan itu sendiri, bukan sekedar membawa agenda pribadi atau kepentingan sepihak Grop naupun kelompoknya,” ucap Dedy.

Figur menteri Jokowi nantinya  harus bisa mengimplementasikan program maupun agenda perubahan lima tahun kedepan di periode keduanya. Selain profesionalitas, loyalitas dan kesepahaman niat dan tujuan membangun bangsa menjadi karakter yang harus dimiliki oleh menteri Jokowi,” tambahnya.

Dedy berharap Presiden Jokowi lebih berhati-hati dalam memilih para menteri dengan mengoptimalkan proses screening yang mendalam terhadap figur yang dibidiknya. Jangan sampai figur yang terpilih nanti malah tak memiliki kesamaan niat dan semangat dalam mewujudkan platform perubahan.

Pada dasarnya kami KPN sebagai  relawan jokowi, rata-rata berlatarbelakang aktivis yang mempunyai platform perubahan yang fundamental dan berpikir. Jokowi punya agenda yang sama dengan kami.

Walaupun 2024 bukan lagi pertarungan Presiden Jokowi, tetapi dia punya kesempatan untuk membantu melancarkan agenda perubahan. Ikatan antara Jokowi dan relawan ini bisa jadi kekuatan untuk mewujudkan agenda perubahan menuju Indonesia lebih baik,” pungkas Dedy. (Wak Kur)

Sumber  : Fakta News

Recommended For You

Redaksi

About the Author: Redaksi

Media Investigasi Groups. Powered by Perwinsus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *