Beranda Internasional Sebut Inggris, Prancis, dan Jerman sebagai “antek Amerika, Trump: Khamenei, Hati-hati Dengan Ucapanya

Sebut Inggris, Prancis, dan Jerman sebagai “antek Amerika, Trump: Khamenei, Hati-hati Dengan Ucapanya

Sebut Inggris, Prancis, dan Jerman sebagai “antek Amerika, Trump: Khamenei, Hati-hati Dengan Ucapanya

Kontributor/ Editor: Muhamad Sukur

Investigasipos.com, Internasional. Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump memperingatkan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, untuk berhati-hati dengan ucapannya.

Hal itu disampaikan Trump se- usai pidato Khamenei, yang menyebut AS “jahat” dan menggambarkan Inggris, Prancis, dan Jerman sebagai “antek Amerika, pada sabtu (17/01) kemarin.

“Apa yang disebut ‘Pemimpin Tertinggi’ Iran, yang belum begitu Agung ini, memiliki beberapa hal buruk untuk dikatakan tentang Amerika Serikat dan Eropa,” cuit Trump, pada Khamenei, seperti dilaporkan AFP, Sabtu (18/01/20).

Menurut Trump, pidato Khamenei, yang menyebutkan AS “jahat”. Inggris, Prancis, dan Jerman sebagai “antek Amerika,” adalah sebuah kesalahan.

Baca juga : Mengejutkan, Pidato Donald Trump Melunak. Tanggapi Serangan Iran ke Pangkalan Militer AS

“Ekonominya hancur, dan rakyat mereka menderita. Dan ia harus sangat berhati -hati dengan kata-katanya,” cuit Trump.

Sementara itu, seperti yang dilaporkan AFP, Sabtu (18/01) kemarin. Menteri luar negeri Pakistan, Qureshi. Mengatakan, Iran tidak ingin meningkatkan hal-hal yang tidak diinginkan.

“Mereka tidak ingin perang, mereka tidak ingin pertumpahan darah lebih lanjut,” kata Qureshi, kepada wartawan di Washington (dikutip dari INews).

AS pada 03 Januari 2020 lalu membunuh jenderal paling kuat Iran, Qasem Soleimani, dalam serangan drone di Baghdad.

Iran menanggapi dengan melakukan serangan rudal terhadap pasukan AS di Irak, tetapi Qureshi, sejalan dengan banyak pengamat, percaya bahwa pembalasan dirancang dengan meminimalkan korban.

Baca juga : Simbol Balas Dendam, Iran Kibarkan. Bendera Merah Diatas Kubah Masjid

Qureshi, yang negaranya memiliki hubungan kuat dengan Arab Saudi, mengatakan bahwa kepemimpinan Iran juga mengisyaratkan kesediaan meredakan ketegangan dengan tetangga Arab.

“Iran menyoroti masalah, perbedaan, mereka miliki dengan negara-negara penting lainnya di kawasan ini,” katanya.

“Mereka mengatakan bahwa mereka bersedia terlibat di tingkat mana pun dan dalam format apa pun,” kata Qureshi.

Sementara itu, Presiden Iran Hassan Rouhani sebelumnya menekankan dalam pidato yang disiarkan stasiun televisi bahwa Iran siap bekerja untuk mencegah konfrontasi militer atau perang dan membuka peluang dialog dengan dunia internasional.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here