Politik Malaysia Memanas, Mahathir Serang Muhyiddin Mantan Sekutunya

Politik Malaysia Memanas, Mahathir Serang Muhyiddin Mantan Sekutunya

Minggu, 01 Maret 2020, 10.00 WIB/ Kontributor: Rafiel/ Editor: M. Sukur

Investigasipos.com. Malaysia – Krisis politik Malaysia semakin memanas. Mantan Perdana Menteri Mahathir Mohamad dengan terbuka menyerang mantan sekutu politiknya, Muhyiddin Yassin yang akan segera dilantik sebagai Perdana Menteri Malaysia, Minggu (01/3)

Seperti yang dilansir Malaysia Kini, Dr. Muhathir mengatakan, bahwa dirinya telah dikhianati oleh Muhyidddin. Sebelumnya Dia telah menyusun rencana ini dan sekarang dia sukses.

“Saya telah  dikhianati oleh Muhyidddin. Dia telah menyusun rencana ini dan dia sukses. Kubu pecundang itu akan membentuk pemerintahan baru, ini sungguh aneh. Pemenang malah akan jadi oposisi.” ungkap Dr. Mahathir, pada Minggu (01/03/2020) pagi.

Baca juga : Dapat Kepercayaan Mayoritas Dewan, Muhyiddin Yassin Dipilih sebagai PM Malaysia

Sebelumnya Mahathir menceritakan bawa dirinya telah dipujuk Muhyiddin untuk bergabung dengan koalisi barunya yang akan didukung kubu oposisi Partai Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO) dan Partai Islam Se-Malaysia (PAS).

Nanun, Mahathir menolak ajakan itu, karena dia tidak ingin bekerjasama dengan mantan kendaraan politiknya UMNO yang disebutnya korup dan telah dikuasai oleh kleptokrat.

Saling Klaim Mayoritas
Diperlukan 112 kursi untuk mencapai mayoritas di parlemen Malaysia. Untuk mencapai mayoritas di parlemen Malaysia, dibutuhkan 112 anggota parlemen yang mendukung.

Dalam perolehan kemenangan Mahathir sendiri, merujuk pada 113 anggota parlemen yang telah menandatangani pernyataan tertulis berisi dukungan terhadap Mahathir sebagai Perdana Menteri dari koalisi Pakatan Harapan.

Baca juga : Cari PM Baru, Raja Malaysia Wawancarai Satu Persatu Anggota Parlemen

Padahal, Raja Malaysia Sultan Abdullah telah mengangkat Muhyiddin sebagai PM ke-8 Malaysia kemarin sore.

Raja berpendapat Presiden Partai Pribumi Bersatu Malaysia (PPBM) itu sebagai calon yang paling mungkin menguasai mayoritas 112 kursi.

Kubu Muhyiddin menyatakan mereka didukung 114 parlementarian. Saling klaim ini tentunya membingungkan dan mengindikasikan ada segelintir parlementarian yang memberi dukungan ganda kepada kubu Mahathir dan Muhyiddin.

Mahathir menuturkan Raja menolak beraudiensi dengannya. Langkah selanjutnya Pakatan Harapan akan mengajukan mosi tidak percaya kepada Muhyiddin ketika parlemen bersidang 9 Maret mendatang.

Jika mosi ini berhasil, pemerintahan Muhyiddin akan jatuh. Raja memiliki dua opsi memilih Mahathir kembali sebagai PM atau menggelar pemilu dini.

Recommended For You

Redaksi

About the Author: Redaksi

Media Investigasi Groups. Powered by Perwinsus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *