Kuasai Tanah Warga. Kennedi Sihombing: MDM Harus Mengerti Undang- undang

Foto: Kennedi Sihombing menjelaskan  MDM Harus Mengerti Undang- undang

Selasa, 09 September 2020, 13.10 Wib

BINTAN, Investigasi pos.com – Ketua Lembaga Komando Pemberantas Korupsi (L. KPK), Kennedi Sihombing menghadiri pertemuan mediasi permasalahan sengketa kepemilikan tanah antara Bahar (Kuasa Muryanto) dengan pihak Perusahaan Multi Dwi Makmur (MDM), Selasa (09/09/20).

Dalam pertemuan itu kepada sejumlah awak media dia katakan, Sangkalut sengketa tanah hampir semua terjadi di setiap kelurahan, Khususnya di Kabupaten Bintan. Ironisnya penyelesaian itu selama ini tak berujung tuntas meskipun sudah di mediasi.

“Banyaknya penguasaan tanah/ lahan oleh pihak Perusahaan (PT) yang tidak jelas mulai dari legalitas hingga peruntukanya menjadi pemicu munculnya konflik kepemilikan tanah dimasyarakat,” kata Ketua L.KPK Kepri ini.

Foto: Ketua L.KPK, Lurah, Pemilik lahan dan Awak Media

Sementara itu dilapangan, apa yang disampaikan Kennedi terjadi pada Pak Bahar (Kuasa atas tanah Marianto) seluas 10 Hektar, terletak di Bukit Kemunting, Kel Gunung Lengkuas, Kecamatan Bintan Timur yang kini dicaplok dan dipagari oleh pihak MDM

“Sudah 25 tahun tanah di Bukit Kemunting Kelurahan Gunung Lengkuas ini kami kuasai berdasarkan surat Alas Hak dan sudah ada patoknya, Namun pihak perusahan MDM masih berani mencabut Patok batas tanahnya, bahkan dia juga berani memagari tanah tkami tersebut.

“Kemudian, saat digelar pertemuan oleh pihak kita (Pemilik tanah), Lurah, Ketua RT, RW disaksikan Babinsa dan Babinkamtibmas serta awak media untuk mediasi pihak PT MDM justru tidak berani hadir ke lokasi,” ungkap pak Bahar.

Foto: Ketua L.KPK, saat bersama Pemilik lahan dan Warga

“Kami ingin permasalahan pencaplokan tanah oleh MDM ini cepat diselesaikan oleh pihak Kelurahan Gunung Lengkuas, RT dan RW apalagi pihak MDM tidak Koperatip dalam penyelesaia masalahnya ” Pungkas Bahar

Selanjutnya Waliyar (Lurah Gunung Lengkuas) dalam kesempatan itu mengatakan, pihaknya akan menindaklanjuti sikap ketidak hadiran pihak PT MDM dalam pertemuan mediasi yang digelar bersama.

Waliyar berjanji akan berkordinasi kepada pihak MDM, jika dalam waktu 10 hari tidak mendapat jawaban, Waliyar tegaskan dirinya akan mengambil sikap dan akan mengakui sepenuhnya keberadaan lokasi tanah Bapak Marianto.

Foto: Waliyar (Lurah Gunung Lengkuas saat memberikan pernyataan didepan Warga dan awak media

“Kami akan mengirimkan surat memanggil pihak PT MDM guna berkoordinasi. Jika nantinya dalam tempo 10 hari panggilan kami tidak ditanggapi, Kelurahan, RT dan RW akan mengambil sikap membantu menindaklanjuti surat yang dimiliki pak Marianto, punkasnya.

Dilain Sisi Ketua Lembaga KPK Prov Kepri, Kennedi Sihombing mengapresiasi langkah yang diambil Lurah Gunung Lengkuas, Waliyar. Dia katakan, jika diperlukan Kelurahan Timnya akan siap membantu untuk menegakkan kebenaran ini.

Kennedi juga menegaskan, bahwa dirinya juga mendukung penuh pihak perusahaan (PT) jika jelas legalitasnya dan sah secara hukum, melaksanakan pungsi sesuai dengan peruntukannya.

Foto: Ketua L.KPK, Lurah, Pemilik lahan dan Awak Media

Dia juga menyayangkan sikap pihak PT MDM yang arogan dan tak kooperatif dalam  penyelesaian permasalahan pemilikan lahan di Bukit kemunting tersebut.

Kennedi juga mengingatkan kepada pihak PT MDM agar memahami Undang-undang no 5 tahun 1960 pasal 27,  34 dan 40 dan ditambah PP No 11 tahun 2010 tentang manfaat tanah terlantar demi kemakmuran indonesia.

Hadir pada pertemuan itu, Lurah Gunung Lengkuas, Waliyar, Kepala BNNK Tanjungpinang AKBP Darsono, Ketua L KPK Kepri, Kennedy Sihombing, Ketua Yayasan Hasan Yahya H Bahar, Pemilik dan Kuasa Tanah Marianto dan H.  Bahar, Warga dan sejumlah media.

Pewarta: Muhamad Sukur/ Editor: Ramadhan

Recommended For You

Redaksi

About the Author: Redaksi

Media Investigasi Groups. Powered by Perwinsus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *